Tak Khawatir, Idris Punya ‘Orang Dalem’ Di DPP PKS

318
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Niat walikota petahana, Mohammad Idris untuk maju di pilkada Depok 2020 mendatang semakin mantap. Terlebih, dirinya saat ini telah mendapatkan restu dari istri, keluarga dan para guru yang selama ini membimbingnya.

Idris juga mengaku bahwa dirinya memiliki teman dekat di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang nanti biasa saja akan mengusung dirinya.

“Ke DPP saya enggak lobi-lobi, Insya Allah dengan say hallo dari jauh mereka sudah paham. Karena Habib Salim merupakan guru saya di Madinah, Sohibul Iman adalah ustad waktu saya di perkantoran, beliau di BPPT waktu itu dan di Paramadina juga bersama-sama saya, bendaharanya (Mahfudz Abduurahman, red) abang ipar saya dan sekumnya teman saya, sama-sama aktivis di UI, Mustafa Kamal. Jadi sudah lengkap lah,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa dirinya juga sudah bertemu dengan pengurus DPD PKS sebanyak dua kali dan menganggapnya sebagai fit and proper test.

“Pertemuan itu untuk mengulang kembali komitmen saya, dan provinsi juga sudah memanggil saya, ke DPP belum. Kata provinsi usulan dari DPD secara normatif mayoritas DPC PKS se Kota Depok mendukung saya, nanti ini akan dibawa ke DPW dan DPW akan membawanya ke DPP, keputusan akhirnya ada di DPP yang dimotori oleh Majelis Syuro Harian PKS,” paparnya.

Namun begitu, jika DPP PKS nanti mengusulkan satu nama dari lima balon PKS, Idris menyatakan dirinya akan mundur.

“Ya saya harus mundur, karena enggak mungkin saya dicalonkan sebagai wakilnya mereka, secara fatsun politik enggak mungkin, begitu juga secara factual enggak mungkin. Berarti, jika nanti saya direstui oleh semua pihak untuk menggunakan kendaraan lain, ya saya akan menggunakan kendaraan lain, atas restu ya bukan pribadi. Kalau pribadi terus terang dari dulu ingin back to basic, saya sudah siapkan lahan untuk membuka pesantren,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, lima balon dari PKS merupakan kawannya bahkan tiga orang diantaranya adalah muridnya termasuk Imam Budi Hartono (IBH).

Ketika ditanya apakah nanti dirinya siapa jika dipasangkan dengan IBH yang selama ini sering menyinggung dan mengkritik dirinya, ini jawaban Idris.

“Kalau politik enggak boleh begitu. Pradi sering kali mengkritik saya, bahkan mengkritik pemerintah. Tapi ketika partai politik sudah berkoalisi dan berkomitmen, ya kami harus berjalan seiring. Memang politik seperti itu, kadang-kadang di depan ngomong iya, dibelakang ngomong tidak,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here