Pedagang Pasar Kemirimuka Minta PN Depok Jangan Takut Diintervensi

127
Kondisi Pasar Kemiri Muka dilihat dari Fly Over Jalan Raya Arif Rahman Hakim

Beji | jurnaldepok.id
Ratusan pedagang di Pasar Kemiri Muka, Beji berharap pihak Pengadilan Negeri (PN) Depok tidak ‘gamang’ atau harus berani mengambil sikap melanjutkan pembacaan deklarasi eksekusi lahan dan bangunan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji setelah hampir satu tahun tertunda.

“Jelas kami sudah bosan melihat kondisi tempat usaha sehari-hari semrawut dan kumuh bahkan ada sejumlah tempat usaha yang dijadikan tempat tinggal maupun bermain judi oleh oknum di lokasi pasar saat siang hari,”kata Ahmad Yusuf salah satu pedagang Pasar Kemirimuka.

Dia mengatakan, hampir satu tahun kurang pembacaan eksekusi dari PN Depok terhadap hasil sidang gugatan dari PN Depok, Pengadilan Tinggi Bandung dan Mahkamah Agung tertunda.

Pedagang berharap PN Depok menegakan hukum sesuai aturan yang ada dan tidak perlu takut karena kasus atau masalah hukum sudah inkrah.

“Sudah delapan kali kalah sidang gugatan dan sudah sah atau inkrah hasil sidang gugatan tinggal melaksanakan eksekusi kok ditunda-tunda. Ada apa ya,” ucapnya.

Dukungan adanya renovasi atau penataan ulang Pasar Kemiri Muka juga ditunjukan oleh ratusan pedagang yang memiliki kios dan los. Mereka secara suka rela mengumpulkan foto copy E KTP sebagai lampiran untuk mendesak PN Depok melaksanakan eksekusi lahan dan bangunan yang sebelumnya dimenangkan pihak PT Petamburan Jaya Raya (PJR) selaku pemegang yang sah atas tanah dan bangunan di lahan seluas 2,8 Ha.

“Pengumpulan foto copy KTP bukan dari paguyuban Pasar Kemiri Muka tapi atas kesadaran diri para pedagang yang menilai kondisi tempat jualan sudah tidak layak pakai. Bahkan dijadikan tempat berjudi dan tempat istirahat,” ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kemiri Muka Yaya Barhaya.

Mereka suka rela dan siap mendukung rencana penataan dan renovasi pasar yang disepakati bersama pedagang dengan PT PJR beberapa waktu lalu tanpa mengusur dan mengusir pedagang setempat.

Pedagang sudah bosan puluhan tahun tempat usaha tidak pernah diperbaiki terlebih adanya sengketa gugatan dari Pemkot Depok terhadap PT PJR yang ternyata Pemkot Depok delapan kali kalah dalam gugatan tersebut hingga ke MA.

“Sikap ini merupakan satu bentuk kebersamaan antar pedagang yang ada untuk berbenah lebih baik lagi di masa mendatang,” tutupnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT PJR Romulo Silain didampingi Dirut PT PJR Yudhy P, mengatakan pihaknya sampai saat ini menunggu PN Depok melakukan pembacaan eksekusi karena untuk masalah hukum terhadap lahan dan bangunan sudah selesai sesuai keputusan PN Depok, Pengadilan Tinggi Bandung dan MA yaitu lahan dan bangunan milik PT Petamburan Jaya Raya.

“Secara hukum sudah sah dan inkrah setelah dieksekusi tentunya pihaknya siap menata ulang kondisi pasar sesuai janji bersama tidak ada pengusuran dan pengusiran kepada pedagang tersebut,” ujarnya.

Sedangkan, Humas PN Depok Nanang Herjunanto, mengakui pihaknya sebetulnya siap saja melaksanakan eksekusi di lahan dan bangunan Pasar Kemiri Muka sesuai keputusan PN Depok, PT Bandung dan MA yang sudah inkrah namun masih menunggu waktu untuk melihat apakah masih ada gugatan lagi atau tidak.

“Kita tunggu saja dulu nanti kalau sudah tidak ada lagi gugatan tentunya dilakukan eksekusi,” katanya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here