Berkas PTSL Banyak Yang Bermasalah

406
ilustrasi

Limo | jurnaldepok.id
Sebanyak 104 berkas sertifikat program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) terpaksa harus dikembalikan ke panitia PTSL Kelurahan Grogol lantaran setelah diproses ternyata berkas yang dimaksud overlap dengan hasil pengukuran tanah bidang lain sehingga nomor identifikasi bidang (NIB) tidak muncul saat dilakukan pengecekan objek tanah.

Demikian diungkapkan H. Parman pegawai Kantor Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo yang diperbantukan dalam kepanitiaan PTSL Kelurahan Grogol.

“Untuk tahun 2019, Kelurahan Grogol kebagian jatah 2.500 bidang untuk diikutsertakan pada program PTSL, dan dari jumlah tersebut ternyata ada sekitar 104 bidang yang tidak bisa dilanjutkan prosesnya lantaran diketahui overlap dengan objek bidang tanah lain, ” ujar Parman kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dikatakan Parman, untuk 104 berkas yang dikembalikan oleh BPN lantaran nomor identifikasi bidang (NIB) tidak muncul , akan ditelusuri lebih lanjut untuk perbaikan agar proses pembuatas sertifikat bisa dilanjutkan.

“Sekarang kami terus berkoordinasi dengan BPN dan memberitahukan kepada para Ketua Rt yang pengajuan nya dikembalikan lantaran diketahui overlap ,” ujar Parman, kemarin.

Menanggapi hal ini, Herman pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok menegaskan, masalah overlap memang menjadi faktor terbesar mangkraknya pemerosesan berkas pengajuan PTSL dan masalah ini kata dia tidak bisa ditolerir lantaran berpotensi menimbulkan masalah.

“Untuk kekurangan persyaratan yang ringan ringan, kami masih bisa toleransi artinya kami hanya minta agar kekurangan persyaratan itu dilengkapi, tapi kalau soal overlap memang berkas harus kami kembalikan terlebih dahulu ke Kantor Kelurahan untuk dilakukan pengecekan dengan pemilik tanah, ” kata Herman kepada Jurnal Depok.

Dikatakan Herman, BPN tidak membatalkan secara sepihak pengajuan berkas yang sudah masuk tapi terkendala overlap, sebelum ada kejelasan apakah permasalah overlap atas bidang tanah tersebut ditemukan.

“Proses tetap berjalan, tapi jika untuk tahun ini maslah nya belum selesai, mungkin akan diajukan lagi untuk kuota tahun 2020, ” tutup Herman. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here