Bicarakan Tentang Kinerja Sampai Pilkada, Pradi-Hardiono Mulai Merapat

218
Pradi-Hardiono berbincang hangat terkait kinerja ASN dan serapan anggaran

Beji | jurnaldepok.id
Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok, Hardiono akhir pekan kemarin menyambangi kediaman Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna di kawasan Kecamatan Beji. Kedatangan orang nomor tiga di pemerintah daerah itu membuat Pradi terkejut.

“Itu kunjungan biasa saja, hanya silaturahmi,” ujar Pradi kepada Jurnal Depok, Minggu (24/11).

Ketika disinggung apakah pertemuan itu erat kaitannya dengan persiapan Pilkada Depok 2020 mendatang, ini jawaban Pradi.

“Kami melihat Pak Hardiono memiliki potensi dan berintegritas, beliau juga memiliki rencana untuk maju di pilkada, itu sah-sah saja dan silahkan saja,” papar Pradi.

Namun begitu, Pradi mengungkapkan bahwa yang lebih banyak dibicarakan dari pertemuan itu terkait kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan capaian atau serapan kinerja hingga menjelang akhir tahun ini.

“Kami butuh komunikasi yang intens, banyak factor di dalam terkait kinerja apalagi ini menjelang akhir tahun dan daya serap, itu yang kami bahas dengan beliau,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, diskusi selama kurang lebih satu jam itu berlangsung cair dan penuh keakraban.

Pernyataan Pradi tersebut seolah menepis anggapan balon walikota dari PKS, Imam Budi Hartono (IBH) yang menyebutkan bahwa Hardiono tidak potensial untuk maju dalam pilkada Depok.

“Saya melihat (Hardiono,red) belum memiliki potensi, dia punya partai apa? Kan enggak punya partai, pasukannya mana? Kan enggak kelihatan. Jika dibandingkan dengan misalnya saya dengan Farabi yang punya partai dan pasukan atau saya dengan Pak H Acep, dia enggak punya partai namun ia punya pasukan dibidang pendiduikan dan sebagainya, tapi Hardiono satu pun enggak ada kriteria itu,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dirinya belum melihat Hardiono memiliki potensi yang bagus untuk maju di Pilkada Depok. Dirinya juga merasa tidak tahu menahu Hardiono bisa langsung ke DPP PKS.

“Saya enggak tahu dia kesana dengan siapa, tapi kan DPP telah memiliki lima calon kandidat saat ini, masa sih ngambil dari yang lain, berarti antreanya tujuh dong, Pak Wali ditambah beliau (Hardiono,red) tambah parah dong,” terangnya.

Yang pasti, sambungnya, partai telah memutuskan bahwa yang akan maju di pilkada adalah kader.

“Kalau Pak Wali dan Pak Hardiono bukan kader, maka enggak akan diusung oleh partai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here