Kegiatan Belajar Mengajar Di SMPN 20 Depok Kembali Normal

127
Terlihat para siswa SMPN 20 sedang melaksanakan olahraga

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, kemarin menyelenggarakan Penyuluhan penerapan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMPN 20 Depok sebagai tindak lanjut penanganan kasus merebaknya wabah Hepatitis A dikalangan siswa dan guru sekolah tersebut dalam sepekan terakhir.

Sebelum memulai penyuluhan, para anggota tim penyuluhan dari Dinkes sempat berbincang bincang dengan guru SMPN 20 dengan materi bahasan seputar pengelolaan sanitasi, sumber air disekolah yang digunakan oleh siswa dan guru, dan prihal kebersihan jajanan di Kanti.

Gugun Gunawan, salah satu anggota tim penyuluhan PHBS mengatakan, pelaksanaan penyuluhan bagi para praktisi pendidikan dan orang tua murid perlu dilakukan untuk memberi pencerahan seputar wabah Hepatitis A , penyebab merebaknya wabah, dan cara mengantisipasi serta penanggulangan.

“Ya, hari ini, (kamarin, red) kami melaksanakan penyuluhan bagi para gur dan orang tua murid, sebagai tindak lanjut dari penanganan wabah Hepatitis A yang sempat merebak disekolah SMPN 20, ” ujar Gugun kepada Jurnal Depok, Rabu (20/11).

Sementara Kepala SMPN 20, Komar Suparman dalam sambutan sebelum dimulai penyuluhan, meminta kepada para orang tua murid untuk tetap tenang dan tidak panik dengan kondisi yang sedang melanda keluarga besar SMPN 20.

“Kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa seperti ini, artinya sebaik apapun kita berupaya mengangkat citra sekolah, toh ternyata ada celah yang membuat masyarakat tentu bertanya tanya tentang sistem pengelolaan sanitasi dan jajanan disekolah, ini pelajaran berharga bagi kita semua,” kata Komar dihadapan puluhan orang tua murid.

Dikatakan Komar, sejauh ini aktivitas belajar mengajar di sekolah berlangsung normal dan pihaknya belum menentukan kebijakan untuk meliburkan sekolah sebelum ada rekomendasi dari pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Depok.

“Silahkan dilihat kegiatan belajar mengajar (KBM) masih normal dan belum ada keputusan untuk meliburkan sekolah,” tukas Komar.

Komar menambahkan, bagi para siswa dan guru yang sempat terjangkit Hepatitis A diberikan waktu untuk beristirahat sambil menunggu pulih.

“Kami bersama jajaran Dinkes, dan Disdik sedang fokus dengan penanganan dan upaya menekan wabah biar tidak lagi berkembang dilingkungan sekolah kami, ” tegasnya.

Peristiwa merebaknya wabah Hepatitis A dilingkungan SMPN 20 memang menjadi perhatian khusus Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota, dan untuk mengantisipasi meluasnya wabah yang disebabkan oleh Virus Hepatitis, Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah tindakan antisipasi diantaranya melakukan pemeriksaan darah bagi para siswa yang diduga berpotensi terjangkit penyakit peradangan hati (Liver). n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here