Observasi Kasus Hepatitis A, 70 Siswa SMPN 20 Diambil Darah

148
Aktivitas siswa dan guru di SMPN 20 Depok yang diterjang penyalit Hepatitis A

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Pendidikan Kota Depok mencatat ada sekitar 70 siswa yang kemarin telah diambil darahnya untuk dites laboratorium pasca wabah Hepatitis A yang menyerang 40 siswa SMPN 20 Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin mengatakan, untuk 40 siswa yang positif menderita Hepatitis A telah mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Depok.

“Dari Dinas Kesehatan juga sudah mengambil sample darah baik itu anak-anak yang sakit maupun yang masih berada di sekolah. Ada total 70 siswa termasuk guru yang diambil sample darahnya,” ujar Thamrin kepada Jurnal Depok, Selasa (19/11).

Ia menambahkan, siswa dirasa tidak perlu diliburkan dengan berbagai pertimbangan kesehatan. Ia merasa khawatir jika diliburkan maka penyebaran virus akan meluas dan lebih baik di dalam sekolah untuk mudah dipantau kesehatannya.

Namun begitu, Thamrin belum bisa meningkatkan status itu menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Pihaknya akan melihat terlebih dahulu hasil lab yang dilakukan oleh Dinkes.

“Jika di atas 100 siswa bisa dikatakan KLB, mudah-mudahan dibawah 100. Karena para siswa ini sudah ditangani oleh tim medis sejak Senin kemarin, total yang dirawat di rumah sakit sebanyak 40 siswa,” paparnya.

Thamrin juga belum bisa memastikan penyebab dari Hepatitis A yang menyerang puluhan siswa SMPN 20 di kawasan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

“Ini masih didalami, kami masih menunggu laporannya. Bisa saja dari makanan atau lingkungan sekolah dan sebagainya. Makanan di kantin sekolah juga telah diambil sample nya termasuk air yang ada di sekolah,” jelasnya.

Pihaknya mengindikasikan, bahwa serangan hepatitis itu berasal dari luar sekolah yang ditularkan oleh siswa.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengungkapkan telah melakukan penanganan berupa pemeriksaan darah terhadap para siswa yang diduga menderita hepatitis.

“Kami berharap tidak bertambah lagi jumlah penderitanya. Kami sosialisasikan juga PHBS, penyebab penyakit ini dikarenakan minimnya kebersihan, jadi kalau mau makan harus cuci tangan terebih dahulu menggunakan sabun, ini harus terus diingatkan,” tandasnya.

Senada dengan Thamrin, pihaknya pun belum mau menetapkan peristiwa itu sebagai KLB. Dikatakannya, bahwa itu baru suspect dan akan diketahui setelah adanya hasil lab.

“Enggak ada (rekomendasi,red) meliburkan sekolah, kalau kami liburkan takutnya mereka malah kemana-mana, kalau ada yang sakit tidak terdeteksi. Kami masih menunggu hasil lab, biasanya dari makanan yang tercemar oleh virus hepatitis,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here