Petugas Kejari Tiba-tiba Pindahkan Barang Bukti

83
Inilah barang bukti yang berada di Kejari Depok

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Petugas Kejaksaan Negeri Depok pada Senin(18/11) secara tiba-tiba memindahkan sejumlah barang bukti yang selama ini terparkir di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Depok di Kawasan Boulevard GDC, Cilodong.

Dari sekian banyak mobil (barang sitaan) itu, beberapa diantaranya adalah deretan mobil mewah aset pada perkara kasus penipuan umrah First Travel.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Kosasih mengatakan sejumlah barang bukti yang yang dipindahkan itu tidak hanya aset First Travel tetapi ada barang bukti pada perkara lain, seperti kasus penipuan koperasi Pandawa.

“Iya tak hanya aset First Travel, ada barang bukti dari kasus yang lain seperti pandawa dan lainnya,” katanya.

Sejumlah barang bukti itu, lanjut Kosasih dipindahkan ke kantor lama Kejaksaan Negeri Depok (eks gedung Kejaksaan Negeri Depok) di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok.

Ia menjelaskan ada sejumlah alasan kenapa pihaknya memindahkan sejumlah barang bukti tersebut, salah satunya karena kondisi lahan parkir yang sudah tidak lagi memadai dan demi menjaga barang bukti tersebut.

“Kalau disini kan penuh sekali ya, sulit juga area parkir. Bahkan kita kalau mau apel sampai kesulitan. Disana itu kantor kami juga, jadi bukan sewa tempat,” jelasnya.

Ketika disinggung lebih jauh ada berapa unit barang bukti yang dipindahkan, Kosasih mengaku belum bisa berkomentar banyak. Begitupun ketika awak media mencoba menggali soal kasus First Travel.

“Aduh kalau soal itu (First Travel) nanti saja ya. Saya takut kesalahan karena ini pimpinan juga sedang di Kejaksaan Agung,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Yudi Triadi mengatakan lelang imerupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 31 Januari 2019 terhadap perkara ini.

“Seluruh barang bukti perkara First Travel kami perkirakan mencapai berjumlah 526 jenis baik barang bergerak maupun tidak,” ungkapnya.

Yudi Triadi mengatakan bahwa seluruh barang bukti yang akan dilelang itu terlebih dulu ditaksir nilainya. Kelak setelah lelang, ucap Kajari, hasilnya akan diserahkan kepada negara sesuai perintah dalam putusan MA.

“Putusan perkara ini telah berkekuatan hukum tetap. Kami mengeksekusi sesuai putusan MA,” ujarnya.

Kajari mengatakan bahwa pihak kejaksaan hanya melaksanakan putusan MA.

“Kami telah berupaya baik saat banding ke Pengadilan Tinggi maupun MA. Kini sudah ada putusan MA yang harus kami lakukan,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here