Jalankan Putusan MA, Aset First Travel Dilelang Negara

92
Salah satu mobil mewah yang merupakan aset First Travel yang bakal dilelang negara

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok segera melelang seluruh barang bukti dalam perkara First Travel. Namun, semua keuntungan dari hasil lelang akan dikembalikan ke negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Yudi Triadi mengatakan, lelang merupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 31 Januari 2019 terhadap perkara ini.

“Seluruh barang bukti perkara First Travel kami perkirakan mencapai berjumlah 526 jenis baik barang bergerak maupun tidak,” ucap dia.

Menurut dia, seluruh barang bukti yang akan dilelang itu terlebih dulu ditaksir nilainya. Setelah lelang rampung, ucap Kajari, hasilnya akan diserahkan kepada negara sesuai perintah dalam putusan MA. “Putusan perkara ini telah berkekuatan hukum tetap. Kami mengeksekusi sesuai putusan MA,” ujarnya.

Kajari mengatakan, bahwa pihak kejaksaan hanya melaksanakan putusan MA. “Kami telah berupaya baik saat banding ke Pengadilan Tinggi maupun MA. Kini sudah ada putusan MA yang harus kami lakukan,”katanya.

Di lokasi sama Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kota Depok, Kosasih menambahkan, Kejaksaan Negeri Depok belum bisa membuka secara detil ketika ditanya soal total atau jumlah keseluruhan aset First Travel.

“Terkait barang bukti memang jenisnya banyak sekali dan kami belum siap merelease itu. Intinya barang-barang bukti apa saja yang dikembalikan maupun dirampas untuk negara kalau dilelang waktunya akan kita umumkan lagi,” katanya.

Kosasih menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya hukum, seperti banding ataupun kasasi dan telah bekerja secara maksimal atas kasus ini. “Sesuai hukum acara pidana bahwa kami sudah bekerja secara maksimal memperjuangkan hak-hak untuk mewakili pihak korban,” ujarnya.

Namun keputusan akhirnya menyebutkan bahwa aset diambil alih oleh negara. Kosasih menegaskan, putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap sehingga tidak bisa diganggu gugat.

“Tidak ada upaya hukum luar biasa jadi ini sudah inkracht, sudah ada putusan Mahkamah Agung yang berkekuatan hukum tetap. Korban sudah terwakili oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan ini sudah maksimal,”katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya wajib mematuhi putusan tersebut. Seperti diketahui, Kasus Penipuan Biro Perjalanan Haji PT First Anugerah Karya Wisata, yang lebih dikenal dengan First Travel, menjerat tiga terdakwa yang kini telah menjadi Napi, Andika dengan vonis 20 tahun penjara, Annisa 18 tahun, dan Kiki 15 tahun penjara.

Perkara First Travel selanjutnya dilimpahkan ke PN Depok, pada 9 Mei 2018, dan dilakukan penuntutan pada tanggal 7 Mei 2018, dalam tuntutan Jaksa menyatakan, agar barang bukti dikembalikan kekorban melalui Paguyuban Pengelola Aset Korban Fisrt Travel, tetapi Putusan PN Depok berbeda, yakni barang bukti diambil oleh Negara.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here