Jajakan Siswi SMA, Mucikari Diringkus Polisi

136
Inilah mucikari yang menjajakan siswi SMA

Beji | jurnaldepok.id
DP seorang mucikari PSK diamankan anggota Reskrim Unit Kriminal Umum Polrestro Depok, di Apartemen Margonda 5 di Jalan Margonda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Kasat Reskrim Polrestro Depok Kompol Deddy Kurniawan mengatakan pelaku DP (19) warga Kebun Jeruk Jakarta Barat, diamankan anggota setelah mencoba menjajakan Anak Baru Gede (ABG) usia 16 tahun masih duduk di bangku kelas 2 SMA ke pria hidung belang seharga Rp 2,5 juta.

Berdasarkan keterangan pelaku saat diinterogasi penyidik, Kompol Deddy menyebutkan ada seorang pria lelaki hidung belang Fu minta dicarikan wanita pelajar kelas 2 SMA untuk kencan semalam.

Setelah itu pelaku menyanggupi permintaan pesanan F melalui pesan singkat Whatapps.
Sampai akhirnya DP bertemu dengan korban di Jalan Haji Sholeh, Jakarta Barat.

“Korban ini sedang depresi meski masih sekolah di bangku SMA lagi butuh uang untuk menopang masalah ekonomi keluarganya,” ujarnya.

Melihat ada kesempatan lanjut Kompol Deddy, pelaku langsung mengajak korban dengan iming-iming menemani tamu untuk dilayani.

“Korban sempat memasang tarif Rp.l 2 juta lalu diberitahukan ke F menyanggupi setelah itu diantarkan ke apartemen daerah Beji. Sebelum beraksi sudah keburu kita amankan,”katanya.

 

Pelaku berhasil ditangkap anggota saat sedang berada di lantai 16 saat akan mengantarkan korban ke pria hidung belang

“Saat mengantar korban ke kamar DP dikasih Rp 500 ribu sebagai tip. Tanpa perlawanan pelaku ditangkap di lantai dasar dan langsung dibawa ke Mapolrestro Depok,” paparnya.

Ketika diamankan, barang bukti juga berhasil disita petugas. Diantaranya HP samsung J3 pro warna gold, uang tunai Rp 500 ribu.

Motif pelaku melakukan transaksi menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap Anak untuk mendapatkan keuntungan.

Pelaku dikenakan Pasal 76i jo Pasal 88 No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman diatas 10 tahun pidana.

Sementara itu DP menambahkan dirinya
bisa menyediakan dua wanita pekerja seks komersil atau PSK. Salah satunya bahkan masih dibawah umur dengan status siswi SMA.

“Saya kenal sama dia dari kecil. Selain dia ada lagi, tapi udah agak besar umurnya 22 tahun,” kata pelaku.

Dalam bisnis haram ini Dan hasil lobi-lobinya itu, DP meraup keuntungan sekira Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Duit ya lumayan cuma buat rokok-rokok doang,” kata DP sambil tertunduk malu.

Lebih lanjut pemuda berbadan kurus ini mengaku, dirinya baru menjalani bisnis kelam ini sejak beberapa bulan terakhir yakni ketika ia sudah tak lagi memiliki pekerjaan tetap.

“Baru main, beberapa bulan usai putus kontrak kerja. Itu pun saya kasih nomor WA (WhatsApp) doang kalau ada yang pesan. Saya nyesel pak,” tutupnya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here