Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Dibekuk

58
Kapolresta Depok saat menunjukkan barang bukti berupa narkoba yang diedarkan melalui jaringan lapas

Margonda | jurnaldepok.id
Anggota Satresnarkoba Polrestro Depok berhasil mengungkap peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas. Anggota berhasil meringkus dua pengedar jenis sabu dengan total barang bukti mencapai 218.63 gram senilai miliaran rupiah.

Kapolrestro Depok AKBP Azis Andriansyah pada Selasa (12/11) sore mengatakan anggota Satresnarkoba Tim 1 unit 2 dipimpin Kanit AKP Diyan dan Subnit Iptu Tugio berhasil meringkus dua pelaku pengedar jaringan narkoba dikendalikan dari dalam lapas.

Kedua pelaku yaitu AS,35, Residivis dan RS,37, karyawan swasta ditangkap di daerah Bogor dan Perum GDC Sukmajaya Kota Depok.

Peran masing-masing pelaku yaitu untuk AS mendapat orderan dari dalam Lapas untuk diambil setelah itu bekerjasama dengan RS untuk diedarkan.

“Sistem transaksi para pelaku ini memesan dengan cara telepon dan janjian di suatu tempat setelah itu terjadi transaksi,” ujar Kapolres.

 

Selain itu dari tangan masing-masing pelaku lanjut AKBP Azis, anggota menyita narkoba jenis sabu dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan Kp. Cipucang, gang masjid Cileungsi Bogor, mendapatkan sebanyak 28 bungkus plastik klip bening berat bruto 48,88 gram.

Setelah informasi dari AS dikembangkan lagi ke RS berhasil ditangkap kembali dengan cara undercover di depan sekolah Al Azhar Jalan Boulevard Perum GDC Sukmajaya Kota Depok.

“Barang bukti dua bungkus plastik bening berisi sabu berat bruto 169,75 gram. Jadi jika ditotal barang bukti sabu yang berhasil disita anggota dari kedua pelaku ada 218, 63 gram,” tuturnya.

Sementara itu Kasat Narkoba Polrestro Depok Kompol Indra Tarigan memaparkan hasil catatan riwayat pelaku AS pernah masuk penjara di lapas daerah Cianjur keluar pada September 2019 atas kasus narkoba Ganja.

“Setelah bebas dari penjara pelaku AS mempunyai kontak dihubungi langsung dari salah seorang yang ada di dalam Lapas daerah Cikarang Bekasi untuk mengambil barang di tempat yang telah ditunjuk,” paparnya.

Dengan menggunakan telepon, lanjut Kompol Indra, pelaku AS dan RS melakukan transaksi jual beli.

“Profesi kedua pelaku menjadi joki sekaligus pengedar sabu sudah lama. Selain itu juga sudah menjadi target operasi anggota kita,”katanya.

Dikatakan Indra alasan AS kembali terjun dunia gelap narkoba karena pelaku sulit mendapatkan pekerjaan dan terpojok masalah ekonomi untuk membiayai hidup sehari-hari anak yang masih sekolah SMP.

Setelah pisah dengan istri pelaku AS menjadi tulang punggung keluarga dan harus menafkahi kebutuhan hidup sehari-hari terutama bagi anak satu-satunya yang masih duduk di bangku SMP banyak butuh biaya.

“Kedua pelaku kita kenakan UU No 35 Tahun 2018 dengan Pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 1 Jo 111 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here