Divonis 1 Tahun 5 Bulan Penjara, PDIP Bakal Coret Qomar Sebagai Balon Walikota

203
Qomar saat melakukan sosialisasi sebagai balon walikota beberapa waktu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah telah memvonis satu tahun lima bulan penjara bagi pelawak H Nurul Qomar atas dugaan pemalsuan surat keterangan palsu (SKP). Dengan begitu, niat Qomar untuk maju di Pilkada Depok kini berada di ujung tanduk.

Menyikapi hal tersebut Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengungkapkan, bahwa partainya akan memberi catatan khusus terkait kasus yang menimpa pelawak Empat Sekawan itu.

“Bisa saja dicoret, kan selama ini juga ikut proses penjaringan sebagai bakal calon, belum jadi calon,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, Selasa (12/11).

Namun begitu, Hendrik masih memberikan kesempatan untuk Qomar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Enggak ada masalah sih selama belum ada keputusan dicoret. PDIP tetap menghargai hak nya Pak Qomar sebagai warga Negara,” paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman. Ia menilai, jika bakal calon tersangkut masalah hukum pihaknya akan mempertimbangkan lebih dalam.

“Persoalan hukum menjadi salah satu persoalan yang sangat dipertimbangkan oleh PDI Perjuangan dalam memberikan rekomendasi terhadap bakal calon. Tentu kami menunggu putusan yang inkrah karena saat ini beliau masih banding,” tandasnya.

Sebagai warga Negara, sambungnya, sebelum ada putusan yang inkrah Qomar masih bisa mendapatkan hak politiknya. Saat ini, PDI Perjuangan juga belum memasuki tahap pengambilan keputusan siapa yang bakal dicalonkan dalam pilkada nanti.

“Kami masih menghargai itu, namun persoalan hukum akan menjadi suatu pertimbangan khusus bagi PDI Perjuangan,” katanya.

Ketika diwawancarai Jurnal Depok beberapa minggu lalu Qomar mengungkapkan, kasus yang menimpa dirinya kental dengan muatan politik.

“Ini kental dengan muatan politik, aslinya kan saya dpat kursi tahun ini di DPR RI. Jadi memang ada upaya-upaya politis untuk mengganjal langkah H Qomar ke DPR RI,” jelasnya yang pada pileg lalu mencalonkan diri dari Dapil Cirebon-Indramayu.

Meski begitu, Qomar menyikapi kasusnya itu dengan santai.

“Cuma beritanya saja kan yang bombastis, karena memang figure yang sedang bersoal ini kan makhluk langka, makhluk aneh,” pungkasnya kemudian tertawa. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here