50 Warga Korban Proyek Tol Desari Belum Mendapat Sumur Bor

79
Inilah lokasi pemukiman warga yang terdampak proyek Tol Desari

Limo | jurnaldepok.id
Meskipun pihak kontraktor pembangunan jalan tol Depok – Antasari (Desari) sudah melaksanakan pembuatan sumur bor bagi para korban kekeringan diwilayah Rw 02 dan 04 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, namun sampai saat ini masih ada sekitar 50 rumah warga korban kekeringan pengerukan tanah sekitar areal jalan tol belum mendapat jatah pengadaan sumur bor.

Demikian diungkapkan Endri salah satu Ketua lingkungan diwilayah Rw 02, Kelurahan, Grogol, Kecamatan Limo.

Dikatakan Endri, sejauh ini baru sekitar 40 korban kekeringan yang mendapatkan kompensasi fasilitas sumur bor dari kontraktor tol Desari sesuai data pengajuan tahap satu.

“Ya, masih banyak yang belum dapet jatah pembuatan sumur bor terutama diwilayah Rw 04, ” ujar Andri, kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal senada dikatakan Ketua Rw 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Abdulloh.

“Untuk warga kami saja masih banyak yang belum kebagian jatah pembuatan sumur bor, sekarang ditambah lagi dengan korban kekeringan diwilayah Rw 04, ” tegas Adul sapaan akrab Abdulloh.

Adul menambahkan, selain sumur warga, sumur bor untuk pemakaman juga terkena dampak kekeringan dari proses pembangunan tol Desari, hanya saja kata dia sejauh ini, sumur bor di pemakaman masih mengucurkan air meskipun debitnya terus mengecil.

“Sumur bor dipemakaman juga airnya menyusut tapi masih bisa kami siasati, ” tukas Adul.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin, meminta warga sedikit bersabar menunggu realisasi pembuatan sumur bor karena pihaknya sudah mengajukan pembuatan sumur bor tahap kedua kepada pihak kontraktor.

“Kami berharap warga bersabar, karena ajuan pembuatan sumur bor tahap dua sudah kami layangkan kepihak kontraktor, mungkin sedang diproses di internal perusahaan kontraktor pelaksana pembangunan tol, ” kilah Danudi. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here