Menolak Dibongkar Bangunannya, Eksekusi Lahan UIII Ricuh

144
Petugas Satpol PP dan alat berat saat menertibkan lahan UIII

Cimanggis | jurnaldepok.id
Pelaksanaan eksekusi bangunan di lokasi lahan yang akan dibangun kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya pada Kamis(7/11) berlangsung Ricuh.

Aparat gabungan TNI, Polri dan Pemerintah Kota Depok sempat dihadang pemilik rumah karena mereka mengklaim kalau tanah yang pakai merupakan Verponding.

“Kami keberatan dan menolak aksi pembongkaran ini. Jelas tidak adil dan jangan main bongkar paksa seperti ini tolong hentikan,” kata Fransiska salah satu pemilik bangunan.

Dia mengatakan kegiatan pembongkaran paksa tidak jelas, karena sampai saat ini dirinya tidak mendapatkan apa-apa termasuk ganti rugi yang dijanjikan.

“Jelasnya kami tidak pernah diajak bicara, ini tanah bapak kami,”katanya.

Fransisca juga mengaku sempat diajak dialog di kantor Wali Kota Depok beberapa waktu lalu tapi tidak menemui kesepakatan atau kejelasan terkait besarnya ganti rugi.

Hal senada dikatakan, Ari, warga lainnya yang sudah menggarap lahan sejak 18 tahun lalu di lokasi ini hingga membangun rumah.

“Harusnya ada kesepakatan terlebih dulu dalam melakukan penertiban bangunan dan tanaman di lahan garapan,” ujarnya.

Mengenai rencana pembangunan Kampus UIII dirinya maupun warga penggarap sama sekali tidak keberatan serta mendukung pembangunan. Namun, seharusnya juga memberikan kesempatan bagi warga untuk mencari tempat baru sebagai penganti dan tidak main bongkar paksa seperti ini

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan ada kurang lebih 2.195 aparat gabungan yang diterjunkan dalam penertiban tersebut.

“Dari Pemkot Depok terdiri dari Satpol PP, Linmas, Dishub, DLHK, PUPR, Dinkes, Damkar dan Kesbangpol sebanyak 795 orang sementara TNI 400 dan Polri 1.000,” katanya.

Pembangunan Gedung Kampus UIII Tahap 1 dilakukan selama periode 2018 hingga 2020, yang terbagi dalam 3 paket.

Paket pertama pembangunan mencangkup gedung rektorat, gedung fakultas 1, dan kawasan 3 pilar.

Paket kedua, pembangunan lima unit rumah dosen, asrama mahasiswa, dan renovasi Gedung MEP (exs RRI). Dan Paket ketiga yaitu pembangunan pagar keliling dan infrastruktur kawasan kampus Tahap I.

Anggaran pembangunan fisik tahap pertama kampus UIII ini memakai 2 anggaran, yaitu tahun 2018 memakai dana Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN), dari alokasi anggaran sebesar Rp584 milyar, dengan realisasi hanya Rp110 milyar.

Dan untuk tahun 2019 – 2020 memakai dana DIPA Kementerian Agama sebesar Rp507 milyar.

Lienda mengatakan penertiban dilakukan di atas lahan 80 hektare yang masuk dalam tanah milik Kementerian Agama atas sertifikat Hak Pakai.

“Penertiban ini dilakukan kepada warga yang tidak termasuk dalam Perpres No. 62 tahun 2018, ada kurang lebih 150 lahan,” katanya.

Lienda mengatakan, total luas lahan itu sebagian besar merupakan lahan kosong yang digarap oleh warga dan ada juga bangunan permanen dan semi permanen.

“Ada kurang lebih 20 sampai 30 bangunan sisanya lahan kosong,” ujarnya.

Lienda mengatakan, penertiban bangunan di lahan pembangunan UIII tahap pertama ini akan dilakukan selama 7 hari berturut-turut.

“Penertiban ini kami lakukan selama satu minggu hingga selesai tanggal 13 November 2019,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here