Tidak Diberi Kesempatan, Kader Golkar Ngelamar jadi Balon Walikota ke PDIP

145
Nofel Saleh Hilabi

Cipayung | jurnaldepok.id
Ketua Bidang Pemuda DPP Partai Golkar, Nofel Saleh Hilabi melamar sebagai bakal calon Walikota Depok melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Depok. Pencalonannya melalui PDI Perjuangan bukanlah tanpa alasan.

“Kami melihat PDI Perjuangan memiliki kesiapan dari struktural dan sudah membuka pintu untuk pendaftaran ketimbang partai lain, kami juga melihat PDI Perjuangan tiga kali memenangi pemilu dan partai besar,” ujar Nofel kepada Jurnal Depok saat menghadiri konsolidasi partai di PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cipayung belum lama ini.

Ia mengatakan, partai yang dinaunginya (Golkar,red) masih sibuk dengan urusan internal dan tidak focus untuk mengurus persiapan pilkada. Sedangkan, kata dia, pilkada ini penting sekali.

“Kami melihat diinternal sendiri harus ketua nya yang maju, tidak pernah membuka peluang seperti PDI Perjuangan yang membuka penjaringan, apakah ketua nya yang disukai atau kader lain yang disukai, sehingga bisa melihat. Kalau mau menang kan tidak bisa mengikuti apa kata diri sendiri, tapi apa kata market, kami melihat di Depok seperti itu,” paparnya.

Ketua Umum Baladika Karya itu pun mengungkapkan, PDI Perjuangan lebih sportif membuka peluang kepada seluruh masyarakat serta disertai kesiapan kaderisasi dan jaringan.

“Kalau memang konsekwensinya seperti itu (mundur dari Golkar,red) untuk menang, kami tidak pernah takut. Tapi untuk menuju kemenangan itu kan ada proses, proses itu akan kami lewati. Kalau ternyata Golkar bisa mendukung bersama-sama ya enggak perlu ada hal-hal seperti itu, malah bagus dan kuat. Kalau Golkar mau ngusung sendiri ya kita lihat, karena PDI Perjuangan lah yang bisa mengusung sendiri,” ungkapnya.

Nofel yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MPG dan aktif di beberapa organisasi menjelaskan, jika Golkar ingin besar maka harus melihat sesuatu yang lebih baik.

“Walaupun kami dari kader kuning, kami mengakui PDI Perjuangan memiliki system yang dilakukan secara benar dengan adanya penjaringan bakal calon seperti ini, karena penjaringan membuka peluang baik bagi kader internal maupun eksternal, dan itulah yang seharusnya dilakukan oleh seluruh partai politik. Itu membuktikan bahwa parpol tersebut tidak otoriter, karena partai itu milik rakyat bukan milik pengurus,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here