Revitalisasi Situ Sawangan, Miris Belasan Pohon Ditebang

375
Terlihat aktivitas penebangan pohon di area Situ Sawangan

Sawangan | jurnaldepok.id
Revitalisasi Situ Sawangan di wilayah Kelurahan Sawangan dan berbatasan dengan Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, saat ini menjadi sorotan. Selain dinilai minim sosialisasi, revitalisasi situ tersebut ternyata merusak belasan pohon penghijauan.

“Sepertinya yang menginisiasi penebangan pohon ini adalah kontraktornya, karena dianggap menghalangi dan mengganggu alat berat yang akan mengeruk lumpur dari situ, akhirnya pohon ditebang. Saya dan warga lainnya sangat menyayangkan penebangan pohon ini, karena kalau menanam hingga besar butuh waktu belasan hingga puluhan tahun,” ujar Sarifudin, Mantan Pengurus Pokdarwis Situ Sawangan kepada Jurnal Depok, Rabu (6/11).

Ia menambahkan, penebangan pohon yang berukuran besar itu membuat situ saat ini menadi gersang dan kenyamanannya berkurang. Adapun belasan pohon yang ditebang merupakan jenis Mahoni dan Jabon.

“Ini harus segera direboisasi, katanya mau dibikin jogging track. Luas situ yang masuk ke wilayah Sawangan mencapai kurang lebih 17 hektare,” paparnya.

Sementara itu aktifis lingkungan, Heri Saefudin juga mengecam aksi penebangan belasan pohon di area Situ Sawangan. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya menyambut baik dengan kegiatan revitalisasi Situ Sawangan namun semestinya ekosistem situ harus tetap terjaga.

“Kami sangat menyambut baik atas revitalisasi situ tersebut, namun yang sangat disayangkan akibat tak terkontrol pohon-pohon yang sudah lama tumbuh malah dirusak. Terkesan saat ini semua cuci tangan bahwa semua itu dilakukan oleh masyarakat, lah kan yang punya hajat di sana PUPR, jadi jangan dibenturkan kami oleh masyarakat,” tandasnya.

Heri yang juga menjabat sebagai Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok mengatakan, dinas terkait harusnya mengawal secara utuh terkait revitalisasi situ itu.

“Gambar dan DED nya seperti apa, sosialisasikan kepada masyarakat. Titik-titik mana pohon yang harus dipertahankan, jadi masyarakat tahu bahwa pohon-pohon yang ada tidak boleh diapa-apakan. Jangan dikira mau dihancurin masyarakat berinisiasi mau menebang sendiri, jadi kami sebagai penggiat lingkungan harus menyalahkan masyarakat, kan enggak bisa,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, di forum-forum dialog penghijauan di DKI pihaknya selalu menyatakan bahwa Depok dan sekitarnya merupakan satu kesatuan ekologis dengan DKI.

“Ini harus dikendalikan dan komunikasi lah, kalau kesulitan kami bantu. Dalam aturannya, satu pohon yang ditebang harus diganti 30 pohon dengan ukuran yang sama, tapi persoalannya kalau harus menanam kenapa yang ada tidak dipertahankan, ini kan butuh waktu,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekdis PUPR Pemkot Depok, Citra Indah Yulianti mengungkapkan, revitalisasi Situ Sawangan menelan anggaran kurang lebih Rp 14 miliar. Dimana, anggaran tersebut merupakan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

“Anggaran itu untuk normalisasi dan penurapan. Tahun ini yang direvitalisasi meliputi Situ Rawa Besar, Situ Sawangan-Bojongsari dan Situ Pladen. Total keseluruhan kurang lebih Rp 24 miliar,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here