Idham Wakafkan Diri untuk Mengabdi

13
Kapolri Jenderal Idham Azis salam komando dengan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian saat serah terima jabatan

Cimanggis | jurnaldepok.id
Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian resmi menyerahterimakan pucuk pimpinan tertinggi institusi Polri kepada Jenderal Idham Azis.

Proses serah terima jabatan keduanya itu berlangsung di lapangan utama Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis pada Rabu (5/11).

Dalam pidatonya Tito mengakui, serah terima jabatan ini agak berbeda dari tahun sebelumnya, karena juga disertai tongkat komado. Tapi menurut dia, hal tersebut merupakan terobosan lain.

“Waktu pelantikan Bapak Jenderal Idham Azis menerima kenaikan pangkat dilantik sekaligus menerima tongkat komando. Sehingga hari ini hanya dilaksanakan penyerahan panji-panji sebagai simbolis serah terima tersebut,” katanya.

Tito yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu menjelaskan, Polri adalah lembaga vertikal besar dengan jumlah anggota kurang lebih 446 ribu orang. Sehingga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika situasi politik, keamanan, sosial, budaya, dan lain-lain.

“Di negara yang cukup pluralistik, heterogen dengan bentangan luas wilayah 3 time zone, negara kepulauan terbesar, penduduk nomor empat terbesar di dunia, maka tidak berlebihan mungkin kalau seandainya tugas kapolri adalah salah satu tugas yang paling kompleks untuk kepala kepolisian di seluruh dunia,” ujarnya.

Tito juga menjabarkan, salah satu negara dengan jumlah personel polisi terbesar adalah China.
Namun negara itu hanya punya sistem politik yang last democratic, dan hanya satu partai sehingga cenderung mudah untuk dikendalikan.

“Tapi di Indonesia adalah opendemokrasi, dengan banyaknya low class, potensi konflik, vertikal maupun horizontal cukup tinggi, maka menjaga stabilitas keamanan di negara ini tidaklah mudah,” ujarnya.

Belum lagi persoalan-persoalan internal yang menyangkut 446 ribu personel. “Ini lebih besar dari negara di pasifik, atau Brunei misalnya.

“Dinamika kehidupan kita juga masih sangat dinamis dengan adanya kebebasan pascareformasi, demokratisasi,”katanya.

Di samping itu tentunya sangat terpengaruh dengan dinamika politik internasional yang sangat dinamis juga, baik dalam bidang ideologi politik maupun bidang ekonomi,”katanya.

Di tengah situasi perubahan geopolitik tingkat internasional dan juga dinamika internal di dalam negeri dan di lingkup polri tadi, Tito merasakan bahwa tugas sebagai kapolri cukup berat.

“Namun alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih tiga tahun tiga bulan atau tepatnya sejak menjabat tanggal 13 Juli 2016 dan berakhir 22 Oktober 2019, berbagai tantangan tersebut alhamdulillah dapat dijalani,” katanya.

“Saya kira kalau kita memutar kembali, selama tiga tahun tiga bulan, dalam catatan saya pribadi itu banyak tantangan-tantangan yang siginifikan, di samping yang reguler ataupun yang rutin,”katanya.

Sementara itu dalam sambutannya, Idham mengucapkan rasa bangganya terhadap pemilihan dirinya sebagai orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Saya akan mewakafkan diri saya untuk memberian pengabdian terbaik kepada institusi,” ujarnya.

Idham mengatakan, dirinya akan melanjutkan seluruh program Kapolri sebelumnya yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Saya mantapkan soliditas TNI Polri sebagai pilar NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang telah mengristal untuk mengawal NKRI,”katanya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here