Deklarasi Eksekusi Pasar Kemirimuka Di Tangan PN

60
Terlihat lengang area Pasar Kemirimuka

Beji | jurnaldepok.id
Bola deklarasi eksekusi lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji yang hingga saat ini tertunda ada ditangan Pengadilan Negeri Kota Depok.

Salah satu pemerhati Pasar Kemiirmuka, Efendi Gani yang sebelumnya berjualan di Pasar lama atau Dewi Sartika mengatakan seharusnya pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka dilakukan pada bulan Juni atau Juli lalu.

Namun hal itu batal dilakukan oleh tim dari Pengadilan Negeri Kota Depok karena adanya pedagang yang melakukan aksi demo.

“Seharusnya Pengadilan Negeri Kota Depok harus tetap melakukan pembacaan deklarasi eksekusi. Namun kenapa ditunda ini yang kami sayangkan,” terangnya.

Menurutnya ada alasan saat pelaksanaan pembacaan deklarasi eksekusi ditunda karena pada tahun 2019 merupakan tahun politik pada pemilihan Presiden dan Legislatif.

“Jika eksekusi dilakukan maka bisa menganggu stabilitas keamanan di Kota Depok, seharusnya kegiatan deklarasi eksekusi tetap berjalan. Disini sudah jelas bahwa deklarasi itu harus dilakukan tim Pengadilan Negeri Kota Depok jika tidak dilakukan malah bisa merusak nama atau citra dari PN itu sendiri,” paparnya.

Efendi menambahkan dirinya sudah mendengar kabar adanya pedagang Pasar Kemirimuka yang mendukung pembacaan deklarasi eksekusi.

“Saya dengar sudah ada pedagang yang memberikan dukungan pembacaan deklrasi lahan Pasar Kemirimuka,”katanya.

Dengan adanya pedagang yang sudah memberikan dukungan terhadap deklarasi eksekusi pertanda tidak ada lagi pedagang yang menolak deklarasi dan seharusnya sikap itu disambut pihak PN Depok untuk mengambil sikap untuk melakukan pembacaan deklarasi eksekusi.

“Kami rasa pedagang sudah lelah dan bosan dengan masalah Pasar Kemirimuka karena dalam sidang di PN selalu kalah 8-0 sehingga mereka mendukung deklarasi eksekusi,”katanya.

Ia memaparkan lantaran bola eksekusi pembacaan deklarasi eksekusi ditangan PN sepatutnya pihak Pengadilan menjalankan hal tersebut karena keputusan sudah sesuai hukum yang berlaku.

“Sampai sejauhmana Pengadilan Depok melakukan penundaan pembacaan eksekusi Pasar Kemirimuka, kami rasa pembacaan deklrasi eksekusi harus segera dilakukan,” jelasnya.

Dengan adanya penundaan pembacaan deklarasi eksekusi maka para pedagang nasibnya menjadi tergantung.

Sementara itu tim 10 Pasar Kemirimuka Ahmad Musadad menambahkan para pedagang di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji tidak merasa keberatan jika pasar Kemirimuka dikelola dan direnovasi oleh pihak PT Petamburan Jaya Raya.

“Para pedagang Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji merasa sudah sadar bahwa lahan Pasar Kemirimuka milik PT Petamburan Jaya Raya sesuai keputusan Pengadilan Negeri Kota Depok,”katanya.

Dia mengatakan disini sudah jelas bahwa yang berhak memiliki lahan Pasar Kemirimuka adalah PT Petamburan Jaya Raya karena mereka sudah menang di Pengadilan Negeri Kota Depok secara Inkrah.

Musadad menambahkan tidak ada pedagang yang melakukan penolakan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka akan tetapi memberikan dukungan kepada Pengadilan Negeri Kota Depok untuk secepatnya melakukan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka.

“Kami minta kepada PN Depok untuk segera melakukan deklarasi eksekusi di lokasi Pasar Kemirimuka,” ujarnya.

PN Depok harus menegakkan hukum, pedagang tidak keberatan dieksekusi deklarasi tanpa pengosongan dan pembongkaran.

“Kami pedagang tetap bisa berjualan lebih baik PT PJR telah membuat pernyataan di depan para perdagang,” tuturnya.

Jika PN Depok melakukan deklarasi eksekusi maka dengan cepatnya pasar Kemirimuka bisa direvitalisasi sehingga pasar Kemirimuka menjadi aman nyaman hingga menjadi pasar modern.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here