Terlepas dari Kandang, Seekor Beruk Gigit Pasangan Suami Istri

84
Beginilah kondisi Beruk sesaat setelah diamankan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seekor Beruk berukuran besar terlepas dari kandangnya, di Jalan Tole Iskandar Perumahan Belacassa, Blok Edelweis 5, RT2, RW23 Kelurahan Pancoran Mas pada Senin (4/11).

Akibatnya, hewan liar tersebut kabur hingga menggigit pasangan suami istri (Pasutri) yang tengah berkendara di sekitar wilayah tersebut.

Perwira Pelaksana, Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok Merdi Setiawan mengatakan, korban suami istri yang digigit beruk tersebut mengalami luka – luka yang cukup serius.

“Korban dua orang yaitu pasutri, yang suami luka robek 14 jahitan sedangkan istrinya harus transfusi darah akibat digigit beruk. Ditambah lagi, yang bersangkutan dalam kondisi hamil,” kata dia.

Merdi menjelaskan, beruk tersebut, awalnya milik warga sekitar yang di lepas sekitar lima tahun lalu. Karena takut menyerang, akhirnya warga menangkap dan memasukkan binatang primata tersebut ke kandang besi.

Seiring berjalannya waktu beruk tersebut semakin besar hingga hari ini terlepas setelah merusak besi kandang.

Ia menambahkan beruk berlari menyerang pasangan suami istri yang tengah lewat di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan motor.

“Jadi, dia menggelayut dari arah belakang, dan mengigit punggung korban wanita hamil itu. Suaminya, yang mengemudikan kehilangan arah menabrak tembok,”katanya.

Setelah itu, beruk tersebut lari dan masuk kedalam mobil rongsok warga memburunya tetapi tidak berani menangkap melihat perawakan beruk yang cukup besar dan taringnya yang cukup tajam.

“Warga menelepon, sekitar pukul 08.00 WIB, personel kami dibantu oleh Tim Animal Defender langsung mendatangi lokasi,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim melakukan evakuasi satwa liar itu dengan cara menembakkan bius. Tak menunggu waktu lama, petugas langsung memasukkannya ke dalam kandang besi yang telah diperbaharui oleh warga.

“Jadi kandangnya ditambah lagi teralis, agar tidak bobol lagi. Sekarang, beruk tersebut sudah dimasukkan ke kandang,” ucapnya.

Pemadam Kebakaran Kota Depok, telah berkoordinasi dengan Kebun Binatang Ragunan untuk menyerahkan dan mengurus hewan tersebut, namun keterbatasan tempat akhirnya beruk itu tidak diterima.

“Tidak ada tempat di sana, jadi solusinya tetap di kandang tapi nanti akan divaksin. Memang sulit juga, kalau dilepas ke alam bebas nanti malah mati. Primata ini, berbeda dengan hewan lain. Mereka butuh penyesuaian lama,” ucap dia.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here