PKS Bantah Telah Rekomendasikan Hardiono untuk Maju Di Pilkada

148
TM Yusufsyah Putra

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sekretaris Umum DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, H TM Yusufsyah Putra membantah jika PKS telah memberikan rekomendasi kepada Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok, Hardiono untuk maju di pilkada Depok pada 2020.

“Secara pribadi silahkan saja Dia (Hardiono,red) ingin maju di pilkada, itu sah-sah saja dan itu hak dia sebagai warga Negara. Tapi jika dia mengklaim atau ada yang menyatakan kalau dia sudah didukung PKS, itu tidak benar,” ujar Putra kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa dukungan yang akan dikeluarkan oleh DPP PKS nantinya berupa surat keputusan terhadap pasangan calon.

“Itulah yang nanti kami daftarkan ke KPU, sampai saat ini belum ada surat yang merekomendasikan beliau. Jadi kalau mau mengklaim silahkan saja, namun kami di struktur DPD hingga saat ini tidak ada rekomendasi atau dukungan kepada dirinya,” paparnya.

Yang sudah ada, sambungnya, ialah bagaimana DPD PKS mampu mensosialisasikan lima balon dari PKS.

Putra mengaku tidak tahu menahu siapa yang ‘membukakan’ pintu untuk Hardiono melakukan lobi ke DPP PKS.

“Tanyakan ke beliau, karana secara proses, proses kami lah yang benar. Karena kami disetujui oleh DPW oleh lima balon yang ada saat ini, nanti dari lima itulah kami ajukan. Termasuk incumbane yang telah kami survei dan akan kami serahkan hasilnya ke DPW, dan DPW akan mengusulkan ke DPP untuk dievaluasi,” katanya.

Namun begitu, Putra mempersilahkan Hardiono melakukan lobi-lobi ke DPP PKS.

“Silahkan saja sebagai warga Negara, tapi kan balik lagi ada mekanisme di PKS yang tidak bisa diloncati, mekanisme itu harus dari struktur dari mulai DPD, DPW dan DPP,” ungkapnya.

Sebelumnya Hardiono mengaku bahwa dirinya intens melakukan komunikasi dengan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang diharapkan dapat mengusung dirinya.

“Berdoa sajalah, komunikasi dengan DPP (PKS,red) bertingkat dan jalan terus,” ujar Hardiono kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa saat ini dirinya semakin rajin turun ke masyarakat tak lain merupakan sudah menjadi kewajibannya sebagai pelayan masyarakat.

“Kan tugas saya, tugas saya kan ngontrol. Enggak ngerti saja (kalau ada pandangan miring,red) terhadap tugas saya,” paparnya.

Namun begitu, dirinya belum mengetahui jika dirinya nanti akan disandingkan oleh Imam Budi Hartono (IBH) kandidat terkuat di internal PKS.

“Belum tahu, saya mah sama siapa saja, yang penting jadi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here