Gawat! Daya Serap Anggaran Masih Dibawah 70 Persen

80
Wakil Walikota Depok saat menyampaikan nota keuangan pada rapat paripuirna

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Dua bulan jelang akhir tahun ada berita yang tidak mengenakkan terkait relaisasi dan daya serap anggaran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Depok. Hingga saat ini, daya serap masih terbilang minim bahkan ada yang mengatakan masih di bawah 65 persen.

“Memang belum diangka itu (70 persen,red) namun biasanya di akhir November sudah mencapai 80 persen,” ujar Wakil Walikota, Pradi Supriatna seusai menghadri rapat paripurna akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan, ada beberapa pekerjaan teknis yang tidak terlalu besar nilainya dan diyakininya bisa diselesaikan sebelum akhir tahun.

“Insy Allah, tapi kalau sampai 100 persen itu tidak mungkin, bisa dilihat dari yang sudah-sudah. Jawa Barat saja Silpa nya besar sekali, target sampai akhir tahun ini bisa 80 sampai 85 persen,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Depok, H TM Yusufsyah Putra mewanti-wanti Pemerintah Kota Depok agar memaksimalkan sisa waktu yang tersedia.

Dikatakannya, jika terjadi Silpa bukan pula suatu prestasi di dalam perencanaan anggaran. Pemerintah, kata dia, semestinya bisa merencanakan anggaran sesuai yang direncanakan.

“Kalau bisnis oke lah surplus itu bagian dari keuntungan, tapi kalau pemerintahan kan harus balance, apa yang direncanakan harus sesuai. Jadi harapan kami pemerintah dapat segera merealisasikan rencana yang sudah dibuat dalam APBD,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, DPRD akan mendesak pemerintah kota untuk merealisasikan seluruh kegiatan pembangunan sehingga tidak terjadi cut off.

“Karena kan seluruh pekerjaan sudah harus diselesaikan oleh pihak ketiga pada tanggal 25 Desember. Nanti kami ingatkan juga Pak Walikota agar apa yang sudah direncanakan segera direalisasikan,” ungkapnya.

Dalam rapat paripurna yang beragendakan penyampaian nota keuangan dan Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020 disampaikan juga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun tersebut.

Dimana Pos Anggaran Pendapatan Daerah Pada Rencana APBD Tahun Anggaran 2020 ini estimasi pendapatan daerah adalah sebesar Rp 2,927 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 135,559 milyar dari Pendapatan pada APBD (murni) TA. 2019 sebesar Rp 2,791 atau naik sebesar 4,86 persen.

Namun demikian, target pendapatan daerah tersebut belum termasuk pendapatan dari DAK, bantuan keuangan provinsi, atau sumber pendapatan lainnya yang nantinya akan dikoreksi setelah mendapatkan kepastian alokasi nilainya.

Pendapatan daerah ini bersumber dari pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,269 triliun; Dana Perimbangan sebesar Rp. 1,036 triliun; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 622,047 miliar. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here