Suasana Politik Memanas, Pantun Kepala Kemenag Depok Satukan Idris-Pradi

401
Terlihat mesra pasangan walikota-wakil walikota Depok saat gelaran MTQ XX Sawangan

Sawangan | jurnaldepok.id
Perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XX tingkat Kota Depok pada tahun ini terasa berbeda di tengah memanasnya suhu politik jelang pilkada, 23 September 2020.

Untuk mendinginkan suasana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, H Asnawi sengaja membuat pantun yang ditujukan untuk walikota-wakil walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna agar tetap bersama-sama membangun Depok.

Bermain Bola Di Atas Rumput
Memancing Ikan Di Kali Krukut
Sedari Tadi Pak Wali dan Pak Wakil Duduk Bertaud
Kita Doakan Kedepan Mereka Berdua Tetap Berlanjut

Penganten Baru Pagi-pagi Mandi Basah
Setelah Ijab Qobul Nikah Yang Sah
Menurut Orang Tua dan Bocah-bocah
Pak Wali dan Pak Wali Kita Iket Jangan Sampai Pisah

Penggalan dua pantun tersebut mendapat tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan yang kemarin menghadiri acara pembukaan MTQ XX di Sawangan.

“Pantun itu sengaja kami ciptakan karena melihat situasi agar lebih kondusif, kemudian MTQ ini diharapkan menjadi ajang maupun wahana pemersatu seluruh komponen masyarakat Kota Depok,” ujar Asnawi kepada Jurnal Depok, Rabu (30/10).

Ia mengungkapkan, jika semua elemen sudah bersatu maka segela kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan lancar.

“Mau ngaji enak, mau ibadah enak, mau kerja enak, pokoknya semua enak. Itu harapan kami, enggak ada unsur apa-apa, pemimpin yang baik kan pemimpin yang kedepannya bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.

Menanggapi isi pantun yang dibacakan oleh Kepala Kemenag, Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, bahwa pantun itu bisa pesanan bagi mereka yang ingin berpasangan.

“Bisa juga yang memberi pantun ingin menetralisir isue yang baru-baru ini muncul yakni IAS (Idris-Asnawi,red), itu bahasa gaul politik, itu biasa,” gurau Idris kemudian tertawa.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan, bahwa pantun tersebut merupakan sebuah apresiasi dari masyarakat.

“Masih sangat dinamis, dengan demikian mana tahu ada penilaian tersendiri kepada kami. Dari dulu kami harmonis, yang namanya tugas kan memang sudah dibagi-bagi sesuai tupoksi dan diatur undang undang, seperti misalnya besok Pak Wali ke Jakarta saya ke Bandung,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here