Lulusan SMK Banyak Yang Menganggur

60
Terlihat ratusan pencari kerja memadati Bursa Kerja Mini

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Ketenagakerjaan (Disnarker) Kota Depok, mencatat ada 70.380 warga Kota Depok yang belum bekerja alias pengangguran. Dari jumlah tersebut lulusan SMK paling banyak yang belum mendapatkan pekerjaan .

“Berdasarkan data warga Depok di 2018 yang belum dapat pekerjaan dari Badan Pusat Statistik ada 70.380 orang atau 6,8 persen. Paling banyak dari lulusan SMK yaitu 43 persen yang menganggur atau 31 ribu orang yang belum dapat pekerjaan,” kata Kepala Disnaker Depok, Manto Jhorgi saat mengelar bursa kerja mini di SMK Al Muhtadin, Rabu (30/10)

Dia mengatakan, untuk mengurangi angka pengangguran khususnya di tingkat lulusan SMK, Manto mengatakan, Pemerintah Kota Depok membuat trobosan dan fokus menyalurkan tenagakerja ke perusahaan yang ada di Depok dan Jabodetabek. Salah satunya dengan menggelar bursa kerja khusus dan mini yang diadakan tiap SMK.

“Disnaker Kota Depok sudah tiga kali menggelar bursa kerja di sekolah. Kurang lebih 40 perusahaan di Jabodetak, Kami (Disnaker Depok) memberikan formasi hampir 4221 yang mendaftar ada 3700, jadi kurang formasi yang kami berikan,”katanya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Depok juga mewajibkan perusahaan yang ada di Depok untuk menerima warga kota tersebut bekerja. Khususnya bagi perusahaan yang baru dan sudah diatur dalam peraturan daerah tentang penanaman modal.

“Itu kita pantau terus perusahaan yang ada di Depok untuk menerima warga Depok yang melamar. Tentu juga kami tak bosan dan menyarankan perusahaan menerima pemuda dan pemudi Depok, khususnya ber KTP atau berdomisili Depok,” ucap dia.

Bursa kerja umum dengan skala yang dibuat kecil, namun bursa kerja yang digelar beberbentuk bursa kerja mini dan berlokasi di sekolah juga melibatkan banyak perusahaan ternama.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyebut kegiatan bursa kerja yang setiap tahun diadakan Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, mampu menekan angka pengangguran. Hal tersebut dibuktikan juga dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaporkan secara berkala.

“Menurut data dari BPS yang sudah kami himpun, tahun 2017 sebanyak kurang lebih 70 ribu warga, dari 2 juta jiwa di Kota Depok statusnya menganggur,” jelas dia.

Lewat bursa kerja ini, setiap tahun angka tersebut menurun. Sebut saja di akhir 2017 sebanyak seribu orang sudah bekerja dan di akhir 2018, terserap 3.592 orang.

Lebih lanjut, Wali Kota Depok menuturkan, di tahun 2019 sampai dengan akhir September, sebanyak 1.807 orang sudah bekerja.

Melalui Bursa Kerja Mini yang dilaksanakan hari ini, dia berharap sedikitnya 884 pencari kerja (pencaker) bisa diterima di 14 perusahaan yang terlibat.

“Pemkot sudah bekerja keras membantu menentaskan pengangguran. Tinggal bagaimana pekerja mampu memberikan yang terbaik bagi perusahaannya. Mudah-mudahan dengan adanya bursa kerja, bisa menjadi jembatan atau penyambung antara pencaker dengan perusahaan,” ucap dia.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here