Kuasa Hukum PT Petamburan Desak PN Depok Jalani Putusan

57
Kondisi Pasar Kemiri Muka dilihat dari Fly Over Jalan Raya Arif Rahman Hakim

Beji | jurnaldepok.id
Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya (PJR) mendukung langkah para pedagang Pasar Kemirimuka agar kendesak Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok segera membacakan deklarasi eksekusi.

“Ya kami dukung sikap para pedagang Pasar Kemirimuka yang menginginkan adanya deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka sehingga kondisi pasarnya bisa direnovasi oleh klien kami,”kata
Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Romula Silaen, Selasa (29/10) di kawasan Margonda, Beji.

Dia berharap, semua pihak meminta keputusan Pengadilan Negeri Kota Depok untuk dihormati dan dijalankan karena sudah tertunda.

Romula mengatakan, kasus ini bergulir sejak tahun 2008, ketika itu PT Petamburan Jaya Raya menggugat Pemerintah Kota Depok, BPN Depok dan pihak-pihak lainnya terkait dengan sengketa lahan Pasar Kemiri Muka.

“Klien kami PT Petamburan Jaya Raya memenangkan perkara tersebut dari tingkat PN, PT, Kasasi dan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung, semua tingkatan peradilan memenangkan gugatan PT Petamburan Jaya Raya,” ucap dia.

Bahkan sebelumnya para pedagang yang melakukan penolakan eksekusi malah mendesak kepada PN untuk melakukan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka dengan alasan para pedagang sudah sadar dan lelah melakukan gugatan ke Pengadilan.

Setelah berkekuatan hukum tetap dan kemudian keluar penetapan eksekusi, seharusnya keputusan itu dihormati dan ditindaklanjuti.

Perlawanan pertama diajukan oleh Persatuan Pedagang Pasar Kemiri Muka pada tahun 2015. Namun, perlawanan tersebut kandas, dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri Depok.

Kemudian pada tahun 2018, tepatnya 11 April 2018, dengan nomor register perkara 81/Pdt.Plw/2018/PN.Dpk, kembali diajukan perlawanan oleh Mulyadi CS yang mengaku sebagai pedagang dan pemilik bangunan pada lahan Pasar Kemiri Muka tersebut.

Dia menambahkan tanpa dasar kepemilikan yang jelas, akhirnya perlawanan itu pun kembali kandas. Pengadilan Negeri Depok sudah menjatuhkan putusan dalam pokok perkara.

Menolak perlawanan para pelawan, begitu bunyinya. Menyatakan pelawan adalah pelawan yang tidak beritikad baik, menyatakan sah dan berharga sita eksekusi sebagaimana penetapan Ketua Pengadilan Negeri Depok tanggal 21 Juni 2016, demikian bunyi selanjutnya yang memperkuat posisi PT Petamburan Jaya Raya sebagai pemilik yang sah hak atas tanah dan bangunan tersebut.

“Klien kami PT Petamburan Jaya Raya tentu mengharapkan mereka menghormati isi putusan yang sudah berkali-kali memenangkannya tersebut dan berharap tidak ada lagi upaya hukum yang sejatinya hanya untuk memperlambat proses eksekusi, karena diajukan tanpa dasar yang jelas dan mengganti pemerannya saja,” katanya.

Pada Tahun 1987 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor khususnya di wilayah Kotip Depok (yang sejak tahun 1999 berubah menjadi Walikotamadya Depok) perlu adanya pengadaan pasar tradisional yang memadai.

Atas alasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor bekerjasama dengan PT Petamburan Jaya Raya mengadakan kesepakatan atau perjanjian kerja sama untuk membangun pusat perbelanjaan di Kota Administratif Depok yang dituangkan dalam Surat Perjanjian No. 644.1/04/PRJN/Huk/1987 tertanggal 27 Februari 1987 dengan 2 kali perubahan/Addendum perjanjian masing-masing No. 644.1/11/PRJN/Huk/1987 tanggal 16 Desember 1987 dan No. 644.1/09/PRJN/Huk/1988 tanggal 3 Oktober 1988.

Bahwa pembiayaan atas proyek pembangunan pasar tersebut termasuk pembebasan lahan seluruhnya dibiayai oleh PT Petamburan Jaya Raya.

Didalam perjanjian tersebut disebutkan dalam pasal 6 Surat Perjanjian No. 644.1/04/PRJN/Huk/1987 tertanggal 27 Februari 1987 yang pada intinya bahwa penjualan hak pakai kios/los kepada pihak ketiga (pedagang) dilakukan dengan cara tunai atau cicilan selama 24 bulan dan pembayarannya melalui mekanisme kredit bank.

Sementara saat di konfirmasi Kepala PN Kota Depok Supariyono yang bersangkutan tidak ada ditempat.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here