Disnaker Fasilitasi Dan Siapkan 912 Lowongan Kerja

83
Walikota didampingi Kadisnaker malakukan gunting pita sebagai tanda dibukanya Bursa Kerja Mini

Bojongsari | jurnaldepok.id
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok kembali menggelar bursa kerja di wilayah Depok. Kali ini bursa kerja yang dinamakan Bursa Kerja Mini (BKM) digelar di SMK Al Hasra, Kecamatan Bojongsari.

“Ada sekitar 912 lowongan kerja yang bisa dimanfaatkan oleh para pencari kerja, 912 lowongan ini berasal dari 14 perusahaan yang ada di Depok,” ujar Manto, Kepala Disnaker Kota Depok, Selasa (29/10).

Ia menambahkan, perusahaan penyedia kerja di antaranya Savero, Fave Hotel, Honda, Permata Indonesia, perbankan, Indomart, Alfamart, Breadlife, Aku Laku dan lainnya.

“Kami menargetkan untuk di hari pertama ini pengunjung minimal 1.000. Besok (hari ini,red) kegiatan serupa kami gelar di SMK Al Muhtadin, Cipayung,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelumnya untuk menggelar bursa kerja pihaknya menyewa mall dan ruko.

“Sekarang kami manfaatkan fasilitas skolah, karena saat ini setiap SMK diwajibkan membuat bursa kerja. Kami undang juga SMK selain perusahaan yang tergabung dalam forum BKK,” terangnya.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang membuka langsung kegiatan tersebut mengungkapkan, data pengangguran yang dikeluarkan oleh BPS Depok sebanyak 70 ribu lebih dinilainya membingungkan.

“Jumlah 70 ribu itu bersifat umum bukan warga Depok saja melainkan kaum urban juga ikut didata. Dari itu metodenya harus diubah, yang disurvei harus yang ber KTP Depok, kalau kaum urban yang baru datang dan hanya bermodalkan kartu domisili itu jangan dimasukan, karena ia dari kampungnya ingin mencari kerja, dan belum mendapat kerja ditulis pengangguran, itu gak fair,” jelasnya.

Harusnya, kata dia, yang disurvei mereka yang benar-benar warga Depok, memiliki KTP dan KK Depok.

“Termasuk ibu-ibu rumah tangga yang enggak butuh kerja, mereka memang punya metode sendiri yang independen, bahasanya seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut Idris mengatakan, dari tahun ke tahun sesungguhnya jumlah pengangguran di Depok terus menurun.

“Insya Allah di akhir tahun ini ada penurunan yang signifikan, 70 ribu itu data 2018, sebelumnya 75 ribu. Kami menargetkan sampai tahun depan jumlah pengangguran minimal di angka 60 ribu,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here