Dibuat Syuting Film, Pedagang Protes Kepala Kantor UPT Pasar Kemirimuka

93
Aktivitas di Pasar Kemirimuka beberapa waktu lalu

Beji | jurnaldepok.id
Pedagang Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji pada Selasa (29/10) mendatangi Kantor Unit Pengelola Pasar untuk menemui Kepala UPT Sabeni. Namun aksi pedagang gagal lantaran Sabeni tidak ada di kantor UPT Pasar Kemirimuka.

Aksi pedagang mendatangi Kantor UPT buntut adanya kegiatan syuting film horor di Pasar Kemirimuka tanpa adanya pemberitahuan kepada para pedagang. Bahkan pedagang merasa dirugikan karena warungnya digunakan untuk syuting dan tidak mendapatkan honor dari rumah produksi.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kemirimuka, Yaya Barhaya mengatakan pedagang memprotes aksi kegiatan syuting film layar lebar yang dilaksanakan di kawasan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji selama dua hari ini Minggu-Senin malam.

“Ya kami mendapatkan keluhan dari Pedagang karena ada kegiatan syuting di Pasar Kemirimuka,” ucapnya.

Ia menambahkan saat ini Pasar Kemirimuka sudah berubah fungsi menjadi salah satu tempat syuting film. Menurutnya dengan dijadikannya pasar menjadi tempat syuting dinilai telah melanggar aturan fungsi pasar dan pedagang merasa terganggu.

“Terkait adanya syuting di Pasar Kami sudah mendatangi Kepala UPT untuk meminta klarifikasi hal tersebut, namun yang bersangkutan tidak ada di kantornya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu pedagang tidak mendapat pemberitahuan terkait kegiatan syuting di Pasar Kemirimuka. Ia menilai hal tersebut sengaja ditutupi oleh pihak UPT.

Yaya menambahkan, lokasi yang digunakan syuting seperti wilayah Parkir Timur, Jalur Gocap dan Kantor Unit Pelaksana Teknis Pasar Kemirimuka dijadikan lokasi make up para pemain film.

“Para pemain filmnya dengan seenaknya tidur dan duduk di lorong kios sehingga menganggu aktivitas kegiatan penjualan barang,” tuturnya.

Ironisnya para pemain bantu di Film bertemakan Horor tersebut melantarkan anaknya tidur beralaskan kardus di emperen lorong Pasar Kemirimuka.

Dengan digunakan lokasi syuting dengan membuat pendapatan pedagang warung nasi turun karena tidak ada konsumen yang makan di warung tersebut.

“Ya warung saya dibuat syuting, sebelumnya tidak ada informasi,”kata Puteri penjaga warung makan.

Dia mengatakan seharusnya sebelum ada kegiatan syuting di warungnya ada pemberitahuan atau perjanjian sebelumnya.

“Pendapatan saya jadinya turun karena ada syuting kemarin,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here