Ditinggal Berjualan, Ibu Rumah Tangga Tewas Gantung Diri

157
ilustrasi

Bojongsari | jurnaldepok.id
D, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bojongsari, Minggu (27/10) pukul 23.00 WIB, ditemukan sudah tidak bernyawa akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Korban ditemukan tewas di pilar pintu rumahnya di RT 02/14 Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari.

Informasi di lokasi menyebutkan sebelum kejadian Kasan, suami korban menitipkan korban di rumah warga lainnya karena hendak berangkat berjualan ketoprak di tempat hiburan dangdut rakyat di Limo Depok.

Kemudian sekitar jam 21.00 Wib saksi Lia Sugianti mencari almarhumah namun tidak ada di tempat duduk. Setelah saksi mencari ke pintu samping rumah yang menghadap ke kebun, ditemukan korban dalam posisi gantung diri di pilar pintu luar samping rumah. Kemudian saksi Lia memberi tahu kepada saksi Supriani. Selanjutnya memberi tahu kepada ketua RT dan melaporkan ke pihak Kepolisian.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan peristiwa gantung diri dilakukan oleh D (53), terjadi di Pilar Pintu Rumah Ali daerah Curug Bojongsari Kota Depok. Tubuh korban saat ditemukan sudah tergantung dengan menggunakan tali kain di Pilar rumah.

“Anggota mendapat laporan ada orang gantung diri. Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Burhan langsung melakukan olah TKP dengan mengecek kematian korban yang tergantung menggunakan tali kain di pilar rumah teman suaminya,”ujar Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, Kompol Suprasetyo mengungkapkan korban dititipkan oleh suaminya Kasan (53), ke rumah temannya, sebelum berangkat jualan ketoprak di tempat hiburan dangdut rakyat daerah Limo Depok.

“Korban dititipkan mulai pukul 11.00 WIB sampai malam hari. Anak dari pemilik rumah sekitar pukul 21.00 WIB mencoba mencari korban, ternyata sudah gantung diri di pilar pintu luar samping rumah dan langsung dilaporkan ke Ketua RT, yang kemudian melapor ke anggota Bhabinkamtibmas,” terangnya.

Sementara itu hasil keterangan suami korban, lanjut Kompol Suprasetyo, selama ini korban selalu cemburu kepada suaminya setiap kali mau dagang ketoprak di lokasi dangdutan.

“Diduga korban ada rasa cemburu lantaran usia suaminya lebih muda meski sudah dikaruniai dua orang anak,” ucapnya.

Menurut keterangan suaminya, korban takut suaminya melirik wanita lain. Sehingga atas alasan itu ada kemungkinan istrinya yang tidak mau kehilangan suaminya tersebut bunuh diri.

“Suami korban tidak mau jenasah istrinya diotopsi dan langsung membuat surat pernyataan. Korban dimakamkan di kampung halamannya daerah Subang, Jawa Barat,” tutupnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here