Tim Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Di Sawangan

35
Inilah kontrakkan terduga teroris yang digerebek Tim Densus 88 Mabes Polri

Sawangan | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian dari Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap terduga pelaku teroris di dua lokasi di Kota Depok pada, Sabtu (26/10).

Penangkapan pertama atas nama pria berinisial BS atau Mang Eep tercatat sebagai warga Bendungan Jago RT17, RW 02 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terduga teroris ini diamankan di rumah kontrakannya di Jalan Swadaya 2 RT2, RW7 Kelurahan Sawangan Lama, Kecamatan Sawangan. Polisi juga menggeledah rumah kontrakan lainnnya du Jalan H. Saabah RT. 01, RW. 09, Sawangan.

Polisi menduga, BS pernah mendatangi Mako Brimob pada saat kerusuhan Mei 2018 dengan niat untuk membantu ikhwan-ikhwan yang berada di dalam. Dia juga diketahui mengikuti beberapa Idad bersama Pok JAD di Gunung Papandayan Garut, Gunung Cermai Bogor.

Sedangkan, terduga teroris lainnya AR tercatat sebagai warga RW 06 Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere.

Terduga AR memiliki alamat terakhir Jalan Pepaya Raya Kelurahan Jagakarsa Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

AR diringkus saat sedang berada di warung makan di Jalan Raya Gandul, Kecamatan Cinere. Terduga AR terlibat karena merupakan link Jendra@Rio yang sebelumnya tewas karena kasus penembakan di Tol Cirebon.

Dalam penangkapan itu, diperlihatkan oleh terduga pelaku material sejenis serbuk mesiu untuk merakit Bom di rumah Rio di Majalengka. Dari terduga AR Polisi mengamankan satu buah Handphone merk Realme C1.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah, membenarkan soal informasi yang diperoleh, penggrebekan dilakukan di dua lokasi berbeda yaitu di Jalan H. Saabah, Bedahan Barat dan di Jalan Swadaya 2, Sawangan Lama, Sabtu (26/10).

“Polisi langsung mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, dan menyita sejumlah barang bukti yang diambil dari TKP. Tim Densus 88 mengamankan satu orang terduga teroris di daerah Sawangan,” ucap dia.

Menurut tetangga di sekitar rumah mertua BS, Abdurrahman, terduga teroris sehari-hari bekerja membuka terapis akupuntur dan pedagang es.

“Kalau ibu ponto, ibu mertua dari pelaku, pendatang asal Padang. Saat kejadian ibu ponto sedang tidak ada di rumah lagi di Jakarta, hanya ada kedua istri BS yang menggunakan cadar dan gamis panjang,” tambahnya.

Abdurahman menambahkan, setelah pelaku diamankan, anggota Densus 88 juga membawa barang bukti berupa dokumen dan telepon genggam.

“Dari informasi anggota tadi yang melakukan olah TKP, barang yang diamankan dan dibawa Densus yaitu HP, Paspor dan buku tabungan,” jelas dia.

Selain itu yang dibawa anggota Inafis Polresta Depok berupa alat perkakas dan lakban serta hp yang sudah rusak.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here