Rumah Istri Terduga Teroris Digeledah

60
ilustrasi

Sawangan | jurnaldepok.id
Rumah yang dihuni istri terduga teroris di Jalan Swadaya RT 01/RW06, Sawangan digeledah oleh Tim Densus 88 Antriteror Mabes Polri pada Sabtu (27/10).

Istri pertama BS bernama Lismin, dan istri keduanya, Darmiasih, tinggal di rumah kontrakan di Jalan Swadaya RT 01/RW06, Sawangan. Sementara istri ketiga BS, bernama Fery Sahada (31), tinggal di rumah kontrakan yang lain, di RT 01/09, Bedahan, Sawangan.

Penggeledahan itu dilakukan menyusul penangkapan terhadap terduga teroris, BS (41).

Berdasarkan penuturan warga, mereka diketahui sudah tujuh tahun tinggal di wilayah itu, dan dikenal sangat tertutup di lingkungan sekitar.

Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, istri pertama BS bernama Lismin, dan istri keduanya, Darmiasih, tinggal di rumah kontrakan di Jalan Swadaya RT 01/RW06, Sawangan.
Adapun istri ketiga BS, bernama Fery Sahada (31), tinggal di rumah kontrakan yang lain, di RT 01/09, Bedahan, Sawangan.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita dua buku tabungan Bank Mandiri, satu buku tabungan bank BRI, dua kartu ATM Bank Mandiri, dua buku paspor, 12 unit telepon seluler, tiga korek api, empat bungkus serbuk yang dibungkus plastik, satu buah saklar on/off, 9 baterai alkalin.

Polisi juga menyita sebuah penyedia daya (power bank), dua gulung amplas, satu buah lakban, satu buah amplop, empat buah isolatif warna hitam, satu buah saklar timer, satu pisau, satu buah bohlamp, satu buah kabel USB, satu buah toples, satu unit HT, dua unit ponsel, satu buah samurai terbuat dari kayu.

Sebelumnya, terduga teroris BS alias Mang Eep (41), merupakan warga Kemayoran Jakarta Pusat ditangkap di rumah mertuanya daerah Jalan Swadaya 2 Sawangan Lama.

“BS alias Mang Eep diduga terlibat dalam rencana kelompok Endang terkait dengan pembuatan bom untuk amaliyah,” ucap Kapolres.

Selain itu juga, BS pernah mengikuti beberapa Idad bersama POK JAD di Gunung Papandayan Garut dan Gunung Cermai Bogor.

Menurut tetangga di sekitar rumah mertua BS, Abdurahman, terduga teroris sehari-hari bekerja membuka terapis akupuntur dan pedagang es.

“Kalau ibu Ponto, ibu mertua dari pelaku, pendatang asal Padang. Saat kejadian ibu Ponto sedang tidak ada di rumah lagi di Jakarta, hanya ada kedua istri BS yang menggunakan cadar dan gamis panjang,” tutup Kapolres.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here