Ratusan Bangunan Di Limo Langgar Garis Sempadan Sungai

84
Salah satu bangunan yang diduga melanggar GSS

Limo | jurnaldepok.id
Permukaan bidang kali Krukut Cabang Barat (KCB) diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, terancam tertutup oleh jembatan penyeberangan yang dibangun oleh para pemilik toko dan warung dipinggir kali.

Tak hanya itu para pemilik bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS) juga memanfaatkan jembatan penyeberangan sebagai tempat barang dagangan seperti yang dilakukan oleh pemilik warung sayur mayur di Rw 01, Kelurahan Grogol.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Ramdani mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap pelanggaran Perda GSS yang marak disepanjang bantaran kali cabang barat lantaran bangunan yang dimaksud sudah lama berdiri dan bahkan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai pengurus LPM.

“Itu sudah ada sejak dulu, dan memang sekarang jumlah jembatan penyeberangan yang dioptimalkan untuk tempat usaha samakin banyak, ” kilah Ramdani.

Dikatakannya, untuk menertibkan bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS) disepanjang aliran kali cabang barat harus melibatkan sejumlah instansi terkait, diantarannya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Satpol PP Kota Depok serta sejumlah OPD lainnya.

“Bukan cuma di Grogol, bangunan melanggar GSS dan dijadikan tempat usaha juga banyak dikawasan Mampang, jadi kalau mau ditertibkan harus semuanya biar enggak ada kesan tebang pilih, ” imbuhnya.

Selain dikawasan Grogol dan Mampang, diwilayah Kelurahan Gandul, Keamatan Cinere juga terdapat puluhan bangunan yang melanggar GSS namun tidak pernah ditertibkan oleh Satpol PP Kota Depok.

Pantauan Jurnal Depok disepanjang ruas jakan raya Gandul dan Pangkalan Jati terdapat ratusan bangunan melanggar garis sempadan sungai (GSS) yang seharusnya ditertibkan agar bahu kali yang ditempati bangunan, dapat dioptimalkan untuk pejalan kaki. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here