Korban Pamer Alat Vital Di Angkot Masih Trauma

117
Inilah salah satu korban pamer alat vital diangkot yang mengalami trauma

Margonda | jurnaldepok.id
AY seorang perempuan dan penumpang angkot yang menjadi korban pelecehan seksual dengan cara memamerkan alat kelamin pria hingga saat ini mengalami trauma.

Pada wartawan AY mengaku tak menyangka jika dirinya bakal menjadi sasaran kejahatan pria cabul itu.

“Aku sama sekali enggak nyangka, sumpah aku takut banget,” katanya saat ditemui wartawan.

AY mengatakan, peristiwa yang dialaminya itu bermula ketika ia hendak berangkat kerja ke wilayah Parung Bingung dengan menumpangi angkutan kota (Angkot) dari Terminal Depok pada Kamis (17/10).

“Posisi di dalam angkot saat itu cuma empat penumpang. Ada mbak-mbak, dan tiga anak sekolah. Terus diperjalanan saya fokus main Hp enggak lihat kanan kiri,” katanya

Ketika angkot melaju di kawasan Jalan Raya Sawangan, tepatnya di dekat pusat perbelanjaan DTC, beberapa penumpang turun.

Tinggalah AY bersama tiga penumpang lainnya, yakni seorang wanita, anak sekolah dan satu orang pria paruh baya. Para penumpang itu duduk di bangku seberang.

“Saya sadarnya pas turunan DTC ternyata di depan saya berhadapan dengan seorang bapak-bapak. Nah si bapak itu terus buka kakinya dan memperlihatkan alat kelaminnya yang sudah keluar ke hadapan saya. Saat itu saya benar-benar syok, enggak berani,” ujarnya.

Dengan kondisi yang ketakutan, AY kemudian berinisiatif untuk memvideokan ulah pelaku melalui ponsel yang ia genggam.

“Saya enggak berani teriak, supirnya sudah tua juga, saya takutnya kalau teriak enggak direspon. Jadi akhirnya saya ambil tindakan pura-pura main Hp sambil merekam dia (pelaku),” katanya.

Rupanya tindakan korban disadari oleh pelaku yang kemudian berusaha menutupi kemaluannya menggunakan tangan.

“Saat saya rekam dia mulai sadar, dia gerakan tangannya nutupin kemaluannya. Ketika itu saya langsung turun, ketakutan. Dari awal dia ngeliatin saya terus, ya saya langsung kabur untungnya dia enggak ngejar,” paparnya.

Akibat kejadian ini, AY mengaku trauma bepergian naik angkot. Ia pun berharap polisi bisa segera meringkus pelaku yang telah membuat kaum wanita resah.

“Yang jelas saya trauma. Kita kan enggak tahu apa yang dipikirannya. Kalau diangkot sepi, saya enggak tahu apa yang dia lakukan. Ini harus jadi pelajaran, jangan sampai diam aja. Bagaimana kalau ternyata korbannya anak-anak, kan ini sangat meresahkan,” paparnya.

Berdasarkan catatan, sedikitnya ada empat kasus yang telah terjadi di kota tersebut.
Salah satu pelakunya yakni seorang pengendara sepeda motor matik warna merah.

Pria misterius itu memamerkan kemaluannya pada seorang wanita di Jalan Juanda, Sukmajaya pada Rabu(16/10. Korban yang kaget langsung kabur begitu melihat tingkat aneh si pengendara ini.

Kemudian di lokasi berbeda, seorang pria paruh baya juga melakukan hal yang sama pada seorang penumpang wanita di dalam angkutan kota (angkot), dengan korbannya berinisial AY, pada Kamis (17/10).

Sebelumnya, kasus serupa juga dialami oleh seorang mahasiswi.Peristiwa itu terjadi di Jalan Salak, Pondok Cina, Kecamatan Beji, pada Senin, (30/9). Kejadian itu bermula ketika korban melintas di salah satu gang dan bertemu dengan seorang pengendara motor pria.

Pada korban, pria misterius itu semula menanyakan alamat di kawasan Jalan Margonda, Depok. Namun tanpa basa basi pria tersebut mengeluarkan alat kelaminnya.

Pelaku yang hingga kini masih misterius itu kerap menyasar kaum hawa dan nekat melakukan aksi kejinya di tempat umum. Akibat perilaku menyimpang ini, sejumlah korban pun mengalami trauma.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here