Warga Tuntut Kejelasan Pengembang Perumahan

47
Warga Meruyung dan perwakilan pengembang foto bersama usai mediasi

Limo | jurnaldepok.id
Camat Limo, Zaenudin kemarin didapuk melakukan mediasi antara warga Rt 03/05, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo dengan perwakilan PT Duta Persada sebagai pengembang perumahan Grand Meruyung terkait kisruh masalah rencana pembangunan perumahan di Jalan Tiga Putra Rw 05, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo.

“Pada prinsipnya kami ingin semua kondusif, artinya pelaksanaan pembangunan tidak terhambat, namun disisi lain warga sekitar jangan dirugikan akibat pembangunan itu, ” tegas Zaenudi.

Dalam mediasi itu, perwakilan warga Rt 03/05, Tuti meminta kepada pengembang perumahan untuk menjamin pembangunan perumahan tidak memberi dampak merugikan warga sekitarnya terutama masalah potensi banjir.

“Kami ingin ada kejelasan soal penataan lingkungan sekitar area perumahan, kami tidak menginginkan adanya banjir setelah perumahan dibangun nanti, ” ujar Tati.

Sementara Indra Djaya selaku perwakilan Direksi PT Duta Persada menyatakan siap memenuhi permintaan warga terkait antisipasi banjir.

“Kami siap utuk melebarkan bidang kali, membuat tanggul penampungan air diseputar buangan air dari lahan kami, dan kami juga akan melebarkan dan meninggikan jembatan agar air kali tidak meluber kepermukiman warga, ” kata Indra Djaya.

Kedua belah pihak sepakat akan mencabut plang protes warga jika kesepakatan dalam musyawarah telah dituangkan dalam surat perjanjian yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Menanggapi hal ini, Lurah Meruyung, Kecamatan Limo, Lukman Zaelani meminta kedua belah pihak dapat mentaati kesepakatan yang telah diputuskan dalam musyawarah yang disaksikan oleh unsur Muspika Kecamatan Limo.

“Semua pihak harus mentaati kesepakatan ini agar tidak lagi ada polemik yang mencuat, ” tutup Deden, sapaan akrab Lukman Zaelani. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here