Undang Undang Pesantren jadi Kado Terindah Hari Santri Nasional

95
Walikota-wakil walikota bersama forkopimda foto bersama dengan para santri

Margonda | jurnaldepok.id
Telah disahkannya Undang Undang Pesantren beberapa waktu lalu menjadi kado terindah dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019. Hal itupun ditanggapi langsung oleh Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Tentu sangat menyambut baik, karena sebagian orang memandang santri sebelah mata. Jujur pada saat saya mau nyalon saja ada yang bilang santri mau ngapain, ini kan menjadi sebuah pandangan yang perlu diluruskan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Selasa (22/10).

Namun begitu, saat ini pihaknya masih menunggu PP dari Undang Undang Santri.

“Undang Undang ini akan mandul jika tidak ada PP nya, kami tunggu peraturan pemerintahnya seperti apa, nanti diturunkan setiap kementerian dalam hal ini Menteri Agama nanti diturunkan ke daerah, nah kedaerah ini harus ada semacam kesepakatan dua atau tiga menteri dan sebagainya,” paparnya.

Kenapa demikian, sambungnya, karena biasanya akan muncul bukan ego tapi partisan kementerian.

“Kalau ranah agama kan Kementerian Agama nanti bisa tidak nyambung dengan kegiatan Kementerian Dalam Negeri, karena pemerintah daerah bertumpunya ke Kementerian Dalam Negeri, harapan saya bisa disinergikan,” paparnya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Pancoran Mas, KH Arif Rahman Hakim menyambut baik atas telah disahkannya Undang Undang Pesantren oleh pemerintah.

“Alhamdulillah keberadaan pesantren saat ini diakui oleh Negara, Undang Undang Pesantren juga bermakna masyarakat saat ini sudah berpikir jernih dan terbuka bahwa pesantren itu telah memberikan kiprah yang sebesar-besarnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun negeri ini,” tandasnya.

Terlebih, kata dia, momen HSN tahun ini menjadi rasa syukur bagi dirinya dan pendidik di pondok pesantren serta para santri.

“Ini juga bisa dijadikan momentum untuk memberdayakan pesantren agar lebih baik. Sangat menyambut baik, itu memberikan makna bahwa Negara sudah hadir secara formal. Salah satu implementasinya nanti ponpes mendapatkan bantuan, tunjangan untuk guru dan lulusannya telah disamakan dengan lulusan yang lain, di situ menguatkan keberadaan pesantren,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here