Germo PSK Apartemen Diciduk, Ini Pengakuannya

233
Inilah germo PSK yang beroperasi di apartemen di kawasan Margonda

Beji | jurnaldepok.id
Remaja putus sekolah MR (20) yang mengaku beralamat di Gang STM RW 19 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, menawarkan lima wanita kepada para konsumen atau pria hidung belang.

MR saat ditemui di Polsek Beji mengatakan awal dirinya menjadi germo wanita penjaja seks di salah satu apartemen di Jalan Margonda, Kecamatan Beji, ini berawal saat dirinya menjadi penjaga kamar dan bloker kunci di apartemen tersebut.

“Awalnya saya jadi bloker kunci kamar apartemen dan berkenalan dengan lima wanita penjaja seks yang bermain di kamar apartemen,” ujarnya.

Kemudian para wanita tersebut meminta agar dirinya membantu menawarkan jasa prostitusi kepada para pria hidung belang salah satunya melalui media sosial. Mendapatkan tawaran dari wanita tersebut dirinya langsung memasarkan jasa prostitusi melalui media sosial dengan menggunakan akun palsu.

“Pasarkan wanita melalui twitter dengan memajang foto dan membuka tarif. Setelah itu kopi darat. Jika ada kesepakatan saya dapat Rp 150 ribu. Sedangkan kamar semua ditanggung sama wanitanya,” paparnya.

Sementara itu para wanita yang ditawarkan, lanjut MR, kebanyakan janda muda anak satu yang baru ditinggal pisah suami dan sedang butuh biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari memasarkan melalui media sosial jika mendapatkan konsumen dirinya mendapatkan honor sekitar Rp 150 ribu.

“Para wanita ini yang biasa nyewa kamar di apartemen, jadi atas permintaan mereka, saya untuk menawarkan ke laki-laki hidung belang dengan tarif sekitar Rp600 – 900 ribu sekali kencan,” ucapnya.

Dirinya mendapatkan komisi Rp150 ribu dari setiap anak asuhnya yang mendapat teman kencan.

“Profesi ini sudah dijalankan mulai dari September 2019. Melihat keuntungan yang cukup menggiurkan menjadi germo saya lepas kerjaan menjadi bloker kunci kamar,” tambahnya.

Keuntungan yang didapatkan lanjut MR, digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar cicilan angsuran motor Honda Beat sekitar Rp700 ribu perbulan.

“Saya menyesal dan lebih baik menjadi bloker pintu kamar disewakan saja,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Humas Polresta Depok, Ajun Komisaris Polisi Firdaus mengungkapkan pada kasus kali ini, pihaknya telah mengamankan seorang muncikari berinisial MR 21 tahun, bersama seorang wanita yang menjajakan dirinya sebagai pekerja seks komersil (PSK) berinisial H (23 tahun). Keduanya dibekuk di Apartemen Margonda Residence II, Jalan Margonda.
Adapun modus yang digunakan MR ialah menawarkan jasa esek-esek melalui akun medsos twitter.

“Jadi pelaku ini (MR) membuat akun twitter kemudian diatasnamakan seorang wanita bernama Agnes Amalia yang ternyata nama fiktif. Di akun itu pula lah dia memasang foto para PSK yang ditawarkan, salah satunya H,” jelasnya.

Setelah ada pelanggan yang menghubungi melalui twitter, kemudian disepakati harga maka pelaku akan melakukan komunikasi, nomer telepon dari pelanggan yang memesan diberikan kepada H.

“Kemudian mereka akan bertemu di apartemen lalu dijemput di loby untuk masuk ke kamar,” ujarnya.

Dari bisnis terlarang itu, MR mengaku mendapatkan upah Rp 150 ribu dari satu pelanggan yang biasanya membayar tarif kepada H sekira Rp 600 ribu an.

“Atas kasus ini yang bersangkutan (MR) kami jerat pada pasal perdagangan orang. Karena dia meraup keuntungan dari H, yang dalam hal ini kami ketegorikan sebagai korban,” katanya.

Terpisah Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggreini Sihombing mengatakan tertangkapnya pelaku berkat ada laporan masyarakat di lokasi apartemen tersebut kerap dijadikan tempat prostitusi.

Untuk para saksi yaitu korban yang menjadi wanita penghibur hanya dimintai keterangan. Sedangkan pelaku dikenakan tindak pidana Perdagangan Orang sesuai dengan Pasal 11 UU RI No. 21 Tahun 2007 ancaman minimal penjara 3 tahun.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here