Nenek Buta Huruf Dizolimi, Rumahnya Dibeli Cuma Rp 300 Ribu

172
Inilah sosok Nenek Arafah yang rumahnya dibeli cuma Rp 300 ribu

Beji | jurnaldepok.id
Arpah seorang nenek terkena tipu oleh seorang pemuda berinisial AKJ dengan modus melakukan tanda tangan dimana rumahnya dihargai Rp 300.000. Tragisnya, Arpah yang buta huruf terancam kehilangan rumahnya seluas 103 meter persegi karena sertifikatnya sudah balik nama ke AKJ.

Arpah saat ditemui di rumahnya di Gang Durian I, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji, mengatakan ia tidak ikhlas jika rumahnya dimiliki orang lain. Saat ini Arpah tinggal bersama sang suami Yusuf dan dua adiknya yang sudah berkeluarga beserta anak-anaknya.

Rumah sederhana yang ditinggal Nenek Arpah merupakan warisan keluarga. Sedangkan anak perempuannya ikut suaminya tinggal di Ratu Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

“Saya nggak iklhas dan ridho. Saya nggak pernah jual rumah. Saya hanya ingin sertifikat rumah saya kembali atas nama saya,” ujarnya.

Awal mula dibohongi AKJ, yang tak lain dilakukan tetangganya pada 2015.

“Saya dan suami disuruh tandatangan, saya percaya karena dia tetangga saya. Lalu, saya dikasih uang Rp 300 ribu,” terangnya.

Ternyata, lanjut Nenek Arpah, belakangan baru tahu kalau yang ditandatangan itu sertifikat balik nama. Sertifikatnya bukan lagi atas namanya setelah pihak Bank Mandiri datang ke rumahnya.

“Rumah saya ternyata digadaikan ke bank. Akhirnya saya tahu kalau dibohongi AKJ,” ungkapnya.

Nenek Arpah melaporkan kejadian yang dialaminya secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Pihak pengadilan sudah melakukan pemeriksaan secara langsung oleh hakim di lokasi perkara pada 2 Agustus 2019 lalu.

Kuasa Hukum Arpah, Agung mengatakan Arpah menjual tanahnya seluas 196 meter kepada ayah tiri AKJ. Kala itu, Arpah memiliki luas tanah 299 meter. Dari transaksi tersebut, Arpah masih memiliki tanah dengan luas sekira 103 meter.

Dalam persidangan sudah didengar saksi-saksi, bahwa yang dijual hanya 196 meter dan sisanya 103 meter persegi.
Dalam kesaksian juga ternyata ada rekaman dalam pertemuan itu, bahwa sisa 103 meter itu diambil oleh AKJ dari pembuatan pemecahan sertifikat dia balik atas nama istri AKJ. Sertifikatnya tak lagi atas nama Arpah. Hakim menyampaikan dalam pemeriksaan setempat ini untuk menunjukan bahwa fakta tanahnya ada, batas-batasnya pun jelas.

“Kalau di persidangan itu harga enggak ada pembayaran, pas pulang Nenek Arpah cuma dikasih Rp 300 ribu,” tuturnya.

Kini Nenek Arpah yang didampingi pengacaranya, Agung, melaporkan AKJ ke Mapolresta Depok dan telah ditangani penyidik dari Unit Harta dan Benda (Harda) dengan nomor laporan polisi LP/2143/K/IX/2019/PMJ/Resta Depok.

Berdasarkan laporan tersebut, Nenek Arpah diduga jadi korban penipuan sesuai dengan pasal 372-378 Kitab Undang-undang Hukum Pidata (KUHP).nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here