Jelang Pilkada Depok 2020, Walikota-Sekda Mulai Tak Akur

703
Mohammad Idris-Hardiono

Margonda | jurnaldepok.id
Hubungan Walikota Depok, Mohammad Idris dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Depok, Hardiono mulai tak akur. Hal itu lantaran imbas dari konstelasi politik jelang pilkada Depok 2020 mendatang.

Dimana, Hardiono saat ini terus melakukan manuver politik tanpa mempedulikan statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bawahan walikota. Hal itulah yang diduga kuat hubungan Idris-Hardiono mulai bermasalah saat ini.

Ketika dikonfirmasi, Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan hingga detik ini Hardiono belum izin terhadap dirinya terkait aktivitas dan manuver politik nya untuk maju dalam pilkada nanti.

“Pernyataan yang bersangkutan bahwa sudah sowan ke saya, tidak benar. Yang dilakukan melempar keinginannya di depan Rakor Fraksi PKS agar saya dan yang bersangkutan sebagai narsum dan hanya dengan bahasa isyarat, kalau sowan resmi tidak ada,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Minggu (13/10).

Tak hanya itu, Idris mengaku bahwa Hardiono telah melakukan downgrade kepada dirinya.

“Namun yang bersangkutan malah melakukan downgrade terhadap diri saya di depan sebagian pejabat dan ASN pemkot,” ungkapnya.

Sebelumnya Idris juga menanggapi aktivitas bahwahannya yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Depok, Hardiono yang saat ini mulai ‘gatel’ belusukan ke masyarakat mencari simpati untuk mencalonkan diri pada pilkada 2020 mendatang.

“Kompetisi silahkan, tapi jangan melakukan downgrade karena sekda masih dalam kendali saya. Silahkan permisi kepada saya dia mau mencalonkan, kalau mau mencalonkan ada etika sebagi ASN, etika ASN itu bisa cuti, MPP dan pensiun dini kalu ke politik,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Idris juga telah menanyakan kepada BKN dalam hal ini Kanreg III yang menyatakan bahwa tidak boleh ASN yang mencalonkan diri di pilkada hanya dengan MPP dan cuti, melainkan harus pensiun dini.

“Silahkan ajukan pensiun dini, biar saya menunjuk Plt sehingga bisa membantu tugas-tugas saya. Saya kan banyak kepentingan melaksanakan kegiatan sampai 2021, kalau wakil dan sekda saya belusukan sana-sini, susah enggak ada yang bantuin saya,” paparnya.

Ditegaskannya, jika yang bersangkutan membawa dan mengatasnamakan jabatan dalam belusukannya, Idris berjanji akan menegurnya.

“Kami akan tegur, tidak boleh. Kami perlu bukti-bukti juga, dengan foto dan lainnya, apakah menggunakan fasilitas milik pemda yang bukan pada tempatnya. Jika mau mencalonkan bicara dulu, saya sebagai atasannya dan itu etikanya, enggak melanggar tapi itu etika, sopan santun lah,” katanya.

Sementara itu Hardiono di sela-sela pertemuannya dengan pengusaha Depok, H Acep Al Azhari mengungkapkan kegiatannya di masyarakat sama sekali tidak menyalahi serta melanggar fungsi maupun tugas sebagai ASN yang harus selalu siap melayani masyarakat kapan dan dimana pun.

Ia menambahkan, bahwa semua sudah diatur dalam Undang Undang. Dirinya berkilah jika ia dilarang datang ke undangan hal itu melanggar HAM.

“Untuk Pilkada Kota Depok saya ikut atau tidak tergantung saya, serta dukungan keluarga, masyarakat, dan tak lupa izin kepada Allah SWT, sebagai pemilik kekuasaan. Adapun tugas dan fungsi sebagai Sekda tetap nomer satu. Pada saatnya pendaftaran, saya tentunya akan undur diri dan pensiun. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dengan statement yang tidak ada dasarnya. Masyarakat harus melek, ini adalah edukasi politik yang santun sesuai aturan,” paparnya.

Untuk kepastian ikut maju, bapak delapan anak ini jelas dirinya siap maju apalagi ada dorongan dan saran masyarakat yang ditemui saat bertugas sebagai Sekda Depok dalam berbagai acara maupun kegiatan secara langsung di masyarakat.

Tidak hanya dari masyarakat luas, kata dia, tapi beberapa pengurus partai politik pun mulai ada yang merespon dirinya untuk maju termasuk bersilahturahmi dengan salah satu pengusaha asli Kota Depok, H Acep Al Azhari.

Menanggapi isu bahwa dirinya bermanuver politik, Hardiono dengan santai menjawab, semua orang boleh bicara dan menilai apa saja terhadap kegiatan dirinya selama ini.

“Yang jelas secara resmi datang sesuai undangan dari masyarakat untuk satu kegiatan. Kalau tidak datang apalagi ada waktu dan kesempatan untuk hadir tentunya saya pasti datang. Berdosa orang yang melarang saya datang. Kalau masih kurang percaya silahkan tanya langsung ke masyarakat yang mengundang saya bicara Pilkada Depok atau tidak. Jadi bukan manuver politik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika memang Allah SWT mengizinkan dan dirinya tetap maju bersaing mengikuti Pilkada tahun 2020 mendatang, jelas dirinya siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Depok, terlebih ia sudah berkecimpung sebagai ASN selama 35 tahun lebih.

“Ilmu kepemerintahan, pengalaman dan pendidikan selama 35 tahun sebagai ASN tentunya akan dipergunakan untuk memperbaiki kondisi Pemkot Depok,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here