Nuroji Ogah jadi Walikota, Pradi Lebih Cocok

122
Nuroji

Beji | jurnaldepok.id
Pentolan Gerindra Kota Depok, Nuroji tidak berniat menjadi Walikota Depok pada pelaksaan Pilkada tahun 2020.

Hal tersebut diungkapkannya di kediaman Wakil Walikota, Pradi Supriatna di Gang Wali Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Dirinya lebih memilih mendukung salah satu nama yang sudah berpengalaman berkecimpung dalam kondisi di Depok yaitu Pradi Supriatna.

“Saya memang masuk bursa pencalonan tapi tidak minat. Sampai sekarang saya masih dukung Pradi,” ucapnya.

Menurut dia, Pradi pantas untuk maju kembali dan menduduki kursi Wali Kota Depok melihat pengalamannya selama ini dalam memegang tampuk pemerintahan.

Selain itu, dia juga menempati posisi strategis yaitu sebagai Ketua Partai DPC Gerindra Depok.

“Intinya saya masih mendukung Pradi. Beliau saudara saya dan komunikasi dengan internal partai sudah dilakukan. Saya katakan ke pimpinan pusat, biar Pradi saja yang maju, jaringannya sudah cukup kuat di Depok. Membangun jaringan lagi kan tidak gampang,” tegasnya.

Selain itu sebagai seorang tokoh politik dirinya menilai tidak boleh serakah dan harus mendukung anggota lainnya yang memang berkompeten.

“Bagi tugas lah, jangan ke saya semua. Di sini kan ada temen-temen yang berkarir dan memiliki target jadi Wali Kota, Ketua DPC, anggota DPRD. Jadi, bagi saya janganlah semua jalur diambil,” jelasnya.

Namun, ada hal yang lebih penting dibandingkan permasalahan siapa orang yang dicalonkan untuk maju di Pilkada Kota Depok 2020.

Nuroji menyampaikan, Partai Gerindra harus menjadi pemenang dalam ajang kontestasi politik tersebut.

“Saya tekankan Gerindra harus menjadi pilot di Kota Depok. Bila Pradi hanya dicalonkan kembali jadi wakil wali kota saya tidak mau mendukung,” terangnya.

Saat ditanya apakah akan ada persaingan ketat di antara empat nama yang hendak dicalonkan tersebut, Nuroji menerangkan kemungkinan besar terjadi. Namun seluruhnya dipastikan memiliki visi dan misi yang sama yaitu melawan incumbent.

“Persaingan ketat kemungkinan bisa, sekarang bayangin pemilihan ketua di sebuah organisasi tentu ada berbagai kemungkinan, bisa saja salah satu yang dicalonkan mundur di tengah jalan,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here