Ngeri…Statusnya Masih ASN, Hardiono Terus Bermanuver

1213
Hardiono (kanan) saat bersalaman dengan pengusaha sukses H Acep Al Azhari (kiri)

Limo | jurnaldepok.id
Konstelasi jelang pemilihan umum kepala daerah p 2 September 2020 mendatang makin terasa panas. Selain belakangan perang urat syaraf terjadi, kini manuver politik pun mulai dilakukan oleh kandidat yang memiliki rencana bakal maju dalam pilkada nanti.

Hal itulah yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok, Hardiono. Meski statusnya masih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) namun rupanya tak menghalangi niatnya untuk melakukan manuver politik ke berbagai lapisan masyarakat.

“Saya mah mengalir saja, dan kegiatan ke masyarakat sama sekali tidak menyalahi serta melanggar fungsi maupun tugas sebagai ASN yang harus selalu siap melayani masyarakat kapan dan dimana pun,” ujar Hardiono, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa semua sudah diatur dalam Undang Undang. Dirinya berkilah jika ia dilarang datang ke undangan hal itu melanggar HAM.

“Untuk Pilkada Kota Depok saya ikut atau tidak tergantung saya, serta dukungan keluarga, masyarakat, dan tak lupa izin kepada Allah SWT, sebagai pemilik kekuasaan. Adapun tugas dan fungsi sebagai Sekda tetap nomer satu. Pada saatnya pendaftaran, saya tentunya akan undur diri dan pensiun. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dengan statement yang tidak ada dasarnya. Masyarakat harus melek, ini adalah edukasi politik yang santun sesuai aturan,” paparnya.

Untuk kepastian ikut maju, bapak delapan anak ini jelas dirinya siap maju apalagi ada dorongan dan saran masyarakat yang ditemui saat bertugas sebagai Sekda Depok dalam berbagai acara maupun kegiatan secara langsung di masyarakat.

Tidak hanya dari masyarakat luas, kata dia, tapi beberapa pengurus partai politik pun mulai ada yang merespon dirinya untuk maju termasuk bersilahturahmi dengan salah satu pengusaha asli Kota Depok, H Acep Al Azhari.

Menanggapi isu bahwa dirinya bermanuver politik, Hardiono dengan santai menjawab, semua orang boleh bicara dan menilai apa saja terhadap kegiatan dirinya selama ini.

“Yang jelas secara resmi datang sesuai undangan dari masyarakat untuk satu kegiatan. Kalau tidak datang apalagi ada waktu dan kesempatan untuk hadir tentunya saya pasti datang. Berdosa orang yang melarang saya datang. Kalau masih kurang percaya silahkan tanya langsung ke masyarakat yang mengundang saya bicara Pilkada Depok atau tidak. Jadi bukan manuver politik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika memang Allah SWT mengizinkan dan dirinya tetap maju bersaing mengikuti Pilkada tahun 2020 mendatang, jelas dirinya siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Depok, terlebih ia sudah berkecimpung sebagai ASN selama 35 tahun lebih.
“Ilmu kepemerintahan, pengalaman dan pendidikan selama 35 tahun sebagai ASN tentunya akan dipergunakan untuk memperbaiki kondisi Pemkot Depok,” katanya yang memiliki visi dan misi ‘Hardiono Melayani’.

Ketika disinggung pertemuan dan silahturahmi dengan H Acep Al Azhari yang sempat menjadi Ketua Tim Pemenangan Mohammad Idris dan Pradi Supriatna di Pilkada tahun 2015 lalu, hal itu dikatakannya merupakan bentuk silaturahmi antar sesama anak bangsa terlebih warga Kota Depok.

“Wajar juga kalau Pak Acep ingin maju sebagai Wakil Wali Kota Depok. Apalagi beliau adalah pengusaha asli Depok yang sukses tentunya akan mendampingi saya yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Depok. Insya Allah, jika memang benar terwujud tentunya Pilkada Kota Depok tahun 2020 mendatang bakal ada ‘HOAC (Hardiono-Acep) dengan visi serta misi ‘Melayani dan Memajukan’,” harapnya.

Menanggapi hal itu, pengusaha sukses H Acep Al Azhari mengaku pertemuan dengan Sekda Kota Depok merupakan bentuk silahturahmi antar warga Depok yang menginginkan Kota Depok untuk lebih maju serta berkembang lagi.

“Tidak ada yang pembicaraan masalah Pilkada Depok tahun 2020, tapi jelas kami sama-sama mendukung jika memang ingin maju dalam Pilkada mendatang,” tanggapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, melihat sikap dan pertemuan mendadak untuk bersilaturahmi tersebut, ternyata Hardiono itu orangnya baik, tenang dan percaya diri.

“Wajar saja kalau dirinya menjabat sebagai Sekda Depok sekarang ini, karena memiliki ilmu kepemerintahan selama 35 tahun mengabdi sebagai ASN. Jika beliau ingin maju menjadi Wali Kota Depok sah-sah saja dan cukup pantas dengan ilmu yang diperolehnya selama ini. Saya pun sebagai pengusaha juga sah saja mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Depok, jadi bisa cocok perpaduan pasangan balon wali dan wakil walikota Depok, dari birokrat dan pengusaha,” tukasnya.

Sebelumnya, Acep juga telah melakukan silaturahmi politik dengan politisi PKS, Imam Budi Hartono dan politisi Partai Golkar, H Tajudin Tabri. Sementara, lewat ‘jalur cepat’ informasi yang beredar Hardiono pun telah berkunjung ke Kantor DPP PKS, Jakarta untuk meminta dukungan dalam pencalonannya nanti. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here