Agar Bisa Duet Bareng Di Pilkada, IBH Berharap Acep Naik ‘Perahu’ Golkar

157
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Imam Budi Hartono (IBH) rupanya tak main-main ingin berpasangan dengan salah satu pengusaha terkemuka di Kota Depok, H Acep Al Azhari.

Bahkan, IBH secara langsung dalam forum dialog publik meminta agar Acep segera mengenakan seragam Golkar untuk dapat bersanding dengan dirinya di pilkada nanti.

“Kalau saya dengan H Acep dan H Acep bawa Golkar ya boleh, enggak ada yang melarang. Bagi PKS tidak ada larangan untuk berkoalisi, bahkan hak harus berkoalisi,” ujarnya beberapa hari lalu.

Dikatakannya, bahwa PKS siap berkoalisi dan mengajak seluruh partai yang ada di Kota Depok berkoalisi dengan PKS.

“Walaupun saya bukan struktur tapi ketika nanti dicalonkan, semua partai harus berkoalisi dengan saya,” paparnya.

Sebelumnya dalam dialog tersebut IBH secara gamblang meminta Walikota Depok petahana, Mohammad Idris untuk mencari partai lain selain PKS dalam pilkada 2020 mendatang.

“Politik kan pilihan, ketika MI (Mohammad Idris,red) tidak dicalonkan (PKS) emang dosa?, enggak itu pilihan PKS dan tidak ada masalah, mungkin ia pakai partai lain, mangga silahkan, tapi kalau PKS sudah menentukan pilihan tidak dosa dan tidak ada masalah,” ujarnya dalam forum Dialog Publik Balon Walikota Depok PKS, Sabtu (5/10).

Bahkan, sambungnya, kalau PKS mau memilih Idris boleh juga. IBH juga mengaku untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas kandidat pihaknya sudah berkonsultasi dengan beberapa lembaga survei.

“Mereka (lembaga survei,red) bilang incumbane itu elektabilitasnya harusnya 50% ke atas. Tapi, kalau incumbane dibawah 50% kalimat yang muncul adalah hati-hati,” ungkapnya.

IBH yang juga merupakan salah satu Balon Walikota Depok dari PKS mengungkapkan, pasangan Asyik pada pilgub Jabar saat survei hanya 7 persen, tapi ketika pilgub naiknya 28 persen.

“Jadi jangan main-main dengan mesin partai. Mungkin MI kemarin naik mesin partainya siapa, ya PKS. Kalau tidak makai mesin PKS belum tentu jaminan jadi lagi,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here