Tak Masuk Dalam AKD DPRD Depok, Babai Ngaku Dijegal DPC

830
Babai Suhaimi

Cipayung | jurnaldepok.id
Persoalan internal di tubuh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok dengan Anggota DPRD, Babai Suhaimi rupanya belum tuntas. Hal itu berbuntut pada penjegalan Babai di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Depok.

“Saya bukan dijegal oleh fraksi lain, tapi dijegal oleh DPC PKB, yang tidak boleh saya duduk di AKD apapun,” ujar Babai kepada Jurnal Depok melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/10).

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya Babai lebih rinci menjelaskan, bahwa dirinya telah melakukan lobi-lobi ke fraksi yang ada di DPRD.

“Yang mengusulkan saya di BKD adalah fraksi kami (PKB-PSI,red). Lobi ke fraksi-fraksi sudah saya lakukan baik itu ke PDI-P, Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat dan PPP, karena saya merasa prihatin cuma PKB-PSI saja yang tidak ada di alat kelengkapan dewan. Alhamdulillah semua respon dan setuju saya berada di BKD,” paparnya.

Tidak diberikannya ‘jatah’ Fraksi PKB-PSI di AKD, kata Babai, membuat dirinya bertanya-tanya kepada teman-teman di fraksi lain.

“Jawaban mereka yakni sulit untuk menghubungi atau berkomunikasi dari unsur PKB siapa yang bertanggungjawab, ketua DPC sulit untuk dihubungi. Selain itu tidak ada lobi dari unsur fraksi. Ketika nama saya dicantumkan sampai tanggal 6 saya masih melakukan lobi-lobi,” katanya.

Setelah informasi itu sampai kepada pimpinan fraksi bahwa dirinya lah yang bakal duduk di BKD, dan ada dugaan pimpinan fraksi menyampaikan ke DPC, tiba-tiba usulan tersebut diubah.

“Yang duduk di BKD bukan lagi saya melainkan saudara Tati, yang sesungguhnya ia telah menjabat ketua fraksi dan duduk di Badan Anggaran. Saya kaget luar biasa, padahal lobi sudah berjalan. Fraksi lain melihatnya bahwa ini adalah urusan internal, sehingga tidak mau ikut campur dan kenapa mengubahnya dengan tiba-tiba tanpa ada pemeberitahuan. Teman-teman fraksi lain melihat dan setuju kenapa BKD diberikan ke saya, karena saya yang duduk di sana,” ungkapnya.

Namun, sambungnya, ketika diubah namanya menjadi Tati, fraksi lain tidak bersepakat.

“Karena yang membangun lobi dan komunikasi adalah saya. Yang mengubah (surat penyampaian nama-nama anggota di AKD,red) adalah fraksi, atas instruksi DPC,” jelasnya.

Sebelumnya Sekretaris Fraksi PKB-PSI DPRD Depok, Oparis Simanjuntak mengaku telah berdiskusi dengan ketua fraksinya. Namun, ia memahami karena dirinya bersama rekan-rekannya merupakan orang baru yang belum pengalaman untuk lobi-lobi tersebut.

“Saya akui itu kelemahan kami, ada kemungkinan ke arah sana (pelemahan Fraksi PKB-PSI,red), karena kami memhami juga kelemahan kami hanya empat kursi. Kami ikuti saja kedepannya seperti apa, kami berharap fraksi kami dapat berjalan di jalan yang benar,” tukasnya yang juga Anggota Komisi B DPRD Depok.

Namun sayang bukan malah mengklarifikasi persoalan tersebut, Ketua DPC PKB Kota Depok, Selamet Riyadi malah memaki jurnalis Jurnal Depok dengan nada kasar melalui pesan WhatsApp nya yang tidak etis jika ditayangkan. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here