Ada Granat Aktif Di Situ Rawa Kalong

55
Kapolsek Cimanggis saat menunjukkan lokasi penemuan granat aktif di Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

Cimanggis | jurnaldepok.id
Ujang seorang pemancing menemukan benda berupa granat aktif di Situ Rawa Kalong, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

Ujang mengatakan saat itu dia sedang asyik memancing di Situ Rawa Kalong namun saat memancing kailnya tersangkut benda.

“Saat mancing saya kira kail dimakan ikan. Saat diperiksa ada benda barang mirip benda peledak,”katanya.

Usai ada temuan itu dirinya langsung melaporkan ke warga lain dan diteruskan ke pihak yang berwajib.

Kapolsek Cimanggis, Ajun Komisaris Polisi Bagus Panuntun mengungkapkan, pihaknya menerima laporan penemuan granat.

“Berawal dari saudara Ujang (saksi) yang mancing disitu. Dia naruh umpan, ternyata disamping kanannya ada benda yang diduga bom itu. Karena panik, saksi kemudian melapor ke warga lainnya dan Koramil untuk mengamankan granat itu,” terangnya.

Khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan, granat tersebut akhirnya didiamkan di lokasi temuan yang berjarak sekira sekira satu meter dari bibir Situ Rawa Kalong.

Untuk mengantisipasi daya ledak granat, petugas akhirnya memasang garis pembatas polisi dengan jarak aman lebih dari 1000 meter dari pemukiman warga.

“Perkiraan ini jenis granat genggam atau granat nanas. Diperkirakan masih aktif, artinya masih berbahaya,” ungkapnya.

Terkait hal itu, pihak kepolisian setempat pun telah berkoordinasi dengan pasukan penjinak bom dari Tim Gegana, Brimob

Sementara itu, Danramil Cimanggis, Mayor Kav, Imam Purwanto mengungkapkan granat itu masih aktif. Yang membuat granat itu berbahaya karena posisi cincin kait pengaman sudah putus.

“Itu harusnya jika pengaman sudah enggak ada bisa meledak. Jadi kemungkinan pena granat tersebut masih mengunci. Tapi ini belum bisa kita lihat tertutup lumpur, nanti kita nunggu hasilnya dari tim ahli,” katanya.

Imam mengatakan, granat nanas memiliki daya ledak yang cukup tinggi.
Karena itu, pihaknya pun mengimbau agar tidak ada warga yang mendekati tempat kejadian perkara (TKP).

“Ini daya ledaknya cukup besar dan kepingannya bisa berjumlah ribuan. Karena itu bahaya dan kami amankan di tepi danau dan jauh dari tempat orang atau masyarakat,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here