Pembunuhan Jimi Bermotif Asmara

18
Inilah pelaku pembunuh Jimi Wijaya (32), sopir angkot yang ditemukan tergeletak di Pasar Pal, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis

Cimanggis | jurnaldepok.id
Anggota Tim Buser Polsek Cimanggis berhasil meringkus pelaku pembunuh Jimi Wijaya,32, sopir angkot yang ditemukan tergeletak di Pasar Pal, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin (7/10).

Kapolsek Cimanggis AKP Bagus Panuntun mengatakan pelaku berhasil ditangkap anggota buser pimpinan AKP Eman Sulaeman.

Pelaku HS, 34, sopir angkot ini ditangkap saat sedang makan nasi uduk berdua dengan sang pacar DS di Jalan Lenteng Agung Raya RT.07/07, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Petugas kepolisian berhasil mendapatkan informasi dari keterangan salah seorang saksi bahwa pelaku biasa jalan dengan pacar di daerah Lenteng Agung.

“Anggota kami langsung melakukan undercover pura-pura makan bubur ayam setelah melihat pelaku berdua sama pacar sedang makan nasi uduk langsung diciduk tanpa adanya perlawanan,”katanya.

Selama perjalanan membawa pelaku ke Polsek, ia mengaku kesal dan cemburu terhadap korban yang secara diam-diam ada main dengan pacarnya.

“Pelaku pernah memergoki korban dengan pacarnya. Korban sempat ditegur hingga cekcok kedua belah pihak,” terangnya.

Kapolsek menerangkan merasa tidak terima ditegur, korban (Jimi) mendatangi kostan pelaku sambil membawa kayu mengancam pelaku.

“Terjadi cek cok antara pelaku dan korban, saat itu korban tengah dalam keadaan marah membawa kayu. Pelaku yang merasa terpojok jaga-jaga mengambil pisau sangkur. Setelah itu langsung menusuk sekali dada bagian kiri korban hingga berdarah,” jelasnya.

Setelah itu dalam kondisi keadaan terluka, korban berjalan kurang lebih sekitar 100 meter hingga akhirnya sempat duduk di TKP lalu langsung meninggal dunia.

“Sebelumnya, pelaku sempat mencari-cari korban. Namun karena tidak ketemu, sang pacar yang saat itu ada di kostan mengajak pelaku untuk ke rumahnya daerah Lenteng Agung,” tutur Kapolsek.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku yang hanya mengenyam pendidikan SMP dikenakan pasal berlapis.

“Pelaku dikenakan tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 jo 338 subs 351 (3) KUHPidana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Sedangkan pacar pelaku baru ditetapkan sebagai saksi, barang bukti disita tas hitam milik pelaku berisi pisau buat membunuh korban,” tandasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here