Bersaing Di Pilkada, Idris Minta IBH Jangan Panik

232
Mohammad Idris (kanan) salam komando dengan Hafid Nasir (kiri) dalam sebuah acara beberapa hari lalu

Bojongsari | jurnaldepok.id
Kandidat bakal calon walikota yang juga merupakan Walikota Depok petahana, Mohammad Idris angkat bicara terkait steatmen balon walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Imam Budi Hartono (IBH) yang meminta Idris mencari partai lain selain PKS dalam pilkada 2020 mendatang.

“Saya tahu IBH kader PKS, saya juga tahu IBH seorang politisi muda, justru karena statusnya sebagai politisi dan mudanya IBH saya maklumi statementnya yang terkesan sikap panik,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terlebih, kata dia, seteleh statemen Hafiz Nasir sebagai Ketua DPD PKS Depok yang menyatakan bahwa dirinya akan mengusulkan Idris ke DPP PKS melalui jalur khusus.

“IBH sangat khawatir setelah saya komunikasi dengan presiden dan Sekjen DPP PKS serta Ketua DPW PKS Jabar. Bahkan mungkin dia tahu bahwa saya sudah bertemu dengan Ketua Majlis Syuro PKS yakni Habib Salim Segaf Al-Jufri,” paparnya.

Padahal, kata dia, pertemuan tersebut biasa saja.

“Itu biasa aja kali. Hati-hati (IBH,red) jangan sampai sikap seperti itu justru akan menghempaskan dirinya. Contohlah sikap-sikap politisi PKS atau balon-balon yang lain seperti Pak Hafid tetap kedepankan kesantunan dan elegannya sebagai politisi yang intelek dan agamis,” ungkapnya.

Idris menjelaskan, respon dari Ketua Majlis Syuro PKS yakni Habib Salim Segaf Al-Jufri terhadap dirinya sangat positif.

“Responnya positif, mereka bilang akan melihat elektabilitas agar tidak kalah dalam pertarungan pilkada dan PKS harus menang, makanya majlis syuro akan menunggu hasil elektabilitas. Seharusnya sebagai kader PKS yang dibalonkan tidak mengatakan demikian,” katanya.

Idris mengaku tidak mau dan tidak bisa melakukan intervensi terhadap keputusan internal PKS apakah nanti akan mengusung dirinya kembali atau tidak.

Terkait hasil survei mengeni elektabilitas dirinya dari lembaga survei independen memposisikan Idris di posisi teratas yakni 36 persen. Ada juga survei internal PKS yang tidak dipublikasi.

“Itu hasil survei dua bulan lalu. Dibawah saya Rano Karno lalu Pradi dan Imam yang hanya dua persen,” ungkapnya.

Dengan kondisi itu, Idris mantap akan maju kembali dalam pilkada Depok yang digelar pada 23 September 2020 nanti.

“Tetap maju, namun saya akan melihat elektabilitas saya ketika mau pendaftaran nanti. Kalau elektabilitas saya dibawah itu saya tidak mencalonkan, untuk apa capek-capek mencalonkan, berarti kan masyarakat tidak percaya sama saya. Tapi kalu elektabilitas saya tinggi dan seandainya terjadi head to head sementara elektabilitas saya hanya 30 persen, tentu saya khawatir, harusnya elektabilitas diatas 50 persen kalau head to head, kalau calonnya banyak artinya lebih dari dua ya wajar 30 persen saya berani,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here