STKQ Al-Hikam Wisuda Mahasiswa Penghafal Al Quran

14
Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok, KH Yusron Ash-Shidqi foto bersama dengan mahasiswa pasca diwisuda

Beji | jurnaldepok.id
Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok menggelar acara wisuda. Setelah mengabdi atau KKN selama setahun di daerah terpencil, tertinggal di daerah perbatasan Nusantara, para mahasiswa yang hafal Al-Qur’an 30 juz (hafidz-red) menyelesaikan masa studinya.

“Tentunya, kami berharap agar para lulusan dari STKQ Al-Hikam yang juga hafidz bisa mengamalkan ilmunya di masyarakat. Terlebih lagi, mampu mendirikan dan menjadi Pimpinan Pondok Pesantren di kemudian hari,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok, KH Yusron Ash-Shidqi seusai Rapat Senat Terbuka Wisuda STKQ Al-Hikam Angkatan IV, Jalan H. Amad, Kukusan, Beji, kemarin.

Menurutnya, sebagai seorang Hafidz tidak hanya mampu membacanya kembali dengan baik. Mereka juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri, mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi solusi bagi masyarakat.

Ia menambahkan, dengan dikirim ke daerah terpencil mengabdi di Pondok Pesantren akan mendapatkan banyak pengalaman berharga. Pasalnya, keberadaan pesantren tidak serta merta langsung menjadi besar. Namun, melalui rintisan dan tahapan yang berliku serta panjang.

“Jadi, mereka tidak hanya bisa mengaji dan mengajar saja. Tapi, mampu terjun di tengah-tengah masyarakat, memiliki kemampuan manajerial, leadership, daya juang serta dakwah di masyarakat. Sebab, pesantren itu tidak langsung besar tapi melalui proses dan tahapan yang panjang. Berkembangnya pribadi atau institusi dengan baik, itu dimulai dengan niatan baik dan fasenya yang baik,”terang putra sulung alm KH. Hasyim Muzadi ini.

Sementara itu Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal mengaku keberadaan pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam. Untuk itu, lanjutnya, adanya kajian dalam lembaga tersebut seperti ilmu agama Islam, Iptek dan lainnya.

“Tentunya, dalam pondok pesantren diajarkan kemandirian, adanya santri dan kiai. Adanya ruh pesantren,”paparnya.

Selain orang tua, tokoh masyarakat dan ulama juga hadir dalam kegiatan tersebut. Sebagai informasi, sebelum diwisuda mahasiswa STKQ Al-Hikam Depok diwajibkan mengikuti program pengabdian yang disebar di daerah seperti Kutai Kartanegara, Miangas dan lainnya. Mereka di tempatkan di pondok pesantren di wilayah itu selama satu tahun. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here