Sopir Angkot Diduga Tewas Dibunuh

72
Inilah lokasi rumah sopir angkot yang tewas diduga dibunuh

Bojonggede | jurnaldepok.id
Syamsudin yang berprofesi supir angkot D-05 trayek Terminal Depok Bojonggede ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di rumahnya di kawasan Kampung Manggis, Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

Kapolsek Bojonggede Kompol Supriyadi mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi korban ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah. Saat itu masih mengenakan pakaian lengkap di kamar tidur dengan posisi terlentang bukan tertelungkup.

“Iya banyak luka tusukan. Lukanya di pinggang, dada, dan leher bagian belakang, korban sudah tergeletak berceceran darah,” katanya.

Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan polisi mendapati sejumlah luka tak wajar di bagian dada, punggung, dan kepala belakang korban.

“Seperti luka tusuk. Untuk memastikannya korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujarnya.

Lebih lanjut Supriyadi mengatakan dari hasil olah TKP pihaknya memastikan tidak ada barang berharga korban yang hilang. Dugaan sementara kasus ini dilatarbelakangi dendam pribadi.

“Motifnya apa belum bisa kita simpulkan, karena masih harus mencari petunjuk yang ada di TKP. Kami juga masih menggali keterangan saksi-saksi, namun memang tidak ada barang korban yang hilang.”katanya.

Supriyadi menambahkan dari keterangan beberapa saksi yang diperiksa mereka mengaku tidak mendengar ada suara keributan pada malam hari.

“Tetangganya nggak ada yang dengar suara ribut-ribut. Kami belum bisa berkomentar banyak, karena kasusnya masih terus kami selidiki,” tuturnya.

Sementara itu, Syaifulloh (34), keponakan korban mengatakan sehari-hari paman nya dikenal sebagai pribadi baik hati dan memiliki bayak teman. Ia menegaskan paman nya tak punya musuh. Hanya saja, beberapa waktu ketika akan puasa ada seseorang pria mengancam pamannya.

“Orang yang mengancam mau membunuh itu adalah mantan suami dari istri yang sekarang yang tak terima mantan istrinya dinikahi Mamang,” ungkapnya.

Ia menduga pembunuhan yang dialami Syamsudin bukan dilatarbelakangi perampokan. Alasannya, tak ada barang berharga yang hilang.

“Kemungkinan kuat motif pelaku membunuh Mamang adalah orang yang dendam,” katanya.

Meski mengaku tak mendengar hal mencurigakan, ia mengatakan ada tetangga yang mendengar suara mencurigakan. “Terdengar ada suara seperti tangga jatuh di tebing, jangan-jangan itu pelakunya,” ucapnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, kasus itu pun kini telah dikoordinasikan ke Polresta Depok lantaran wilayah Bojonggede masuk dalam area hukum Polres tersebut.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here