Dinilai Rapuh Dan Semu, Koalisi Depok Bangkit Diprediksi Bubar

279
Babai Suhaimi

Cipayung | jurnaldepok.id
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Babai Suhaimi memprediksi Koalisi Depok Bangkit (KDB) yang terdiri dari enam partai yakni PDI-P, Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat dan PPP bakal bubar di tengah jalan. Terlebih, jika koalisi tersebut hanya diperankan oleh segelintir elite tanpa melibatkan unsur partai.

“Jika koalisi itu hanya sebatas dikalangan elite saja dan belum mengakar ke seluruh komponen masing-masing partai, ini bisa rapuh dan dengan sendirinya akan bubar sebelum masuk ke tahap penetapan pasangan calon walikota-wakil walikota,” ujar Babai kepada Jurnal Depok, kemarin.

Hal itu, kata dia, berdasarkan pengalaman yang ia alami saat mencalonkan diri pada Pilkada Depok 2015 silam. Dimana, kolisi besar yang mendukungnya begitu rapuh dan pada akhirnya bubar di tengah jalan.

“Pengalaman saya bahwa dukungan semua lapisan partai sangat penting untuk mendukung hal tersebut, sehingga tidak menghasilkan langkah yang semu, waktu saya dulu banyak yang semu, misalnya keputusan top down sementara di bawah tidak mengetahui itu dan akhirnya hanya segelintir dan tidak sampai mengakar,” paparnya.

Namun begitu, sambungnya, KDB bisa menjadi kekuatan yang luar biasa ketika kesepakatan itu merupakan sebuah keputusan yang didasari atas semua komponen partai. Babai juga menilai bahwa membangun koalisi merupakan sesuatu hal yang sah-sah saja.

“Pertanyaannya apakah itu sudah terbangun dengan pasti, sebab partai saat ini belum membangun komunikasi yang intens. Kalau saya pada prisipnya senang jika itu terbentuk, tapi jangan premature, apalagi kolaisi tersebut ada yang mengatakan hanya sebatas mengamankan kedudukan di alat kelengkapan dewan, itu yang harus dijawab,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mantan Ketua DPRD Depok periode 2009-2014, Rintis Yanto juga turut menyikapi konstelasi politik jelang pilkada Depok 2020 mendatang. Rintis juga menanggapi rencana Koalisi Depok Bangkit (KDB) yang digagas oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo dan lima partai lainnya yang beberapa hari lalu telah melakukan pertemuan.

Rintis menyebut, bahwa membangun koalisi suatu hal yang bagus. Namun ia mengamati bahwa KDB sebuah koalisi yang tidak jelas dan tidak memiliki konsep.

“Koalisi itu hanya untuk menjegal, seharusnya bukan itu yang ditampilkan tapi mereka harus memiliki konsep seperti masalah kesehatan dan pendidikan. Ini saya lihat asal bukan Pak Idris, jangan begitu juga, enggak bagus itu,” ujar Rintis kepada Jurnal Depok, Minggu (15/9).

Ia menilai, koalisi KDB bukan untuk membangun koalisi di pilkada Depok pada 2020 mendatang.

“Tapi itu hanya untuk membangun koalisi di DPRD terkait komisi (alat kelengkapan dewan,red), enggak sampai ke pilkada, perkiraan saya setelah itu bubar (KDB,red). Karena pengalaman saya juga begitu, terkecuali PKS programnya jelas untuk pilkada, begitu juga tahapan-tahapan dan strateginya jelas, kalau partai-partai lain kalau saya bilang tidak memiliki strategi salah juga saya, tapi ya memang begitu keadaannya,” paparnya.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok itu mengatakan, dirinya tidak melihat ada atau tidaknya politisi senior yang masih ‘bercokol’ di DPRD hingga saat ini.

“PKS ada politisi senior namun sistem kepartaiannya berjalan, di luar PKS meskipun banyak politisinya yang sudah senior tapi sistem kepartaiannya tidak berjalan, bagaimana membangun koalisi pilkada atau membangun koalisi di parlemen, itu hanya sesaat saja. Yang jelas itu (KDB,red) hanya untuk mengamankan alat kelangkapan dewan saja,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here