Pasti Diusung PKS Lewat Jalur Khusus, Idris-Hafid Makin Lengket

187
Ketua DPD PKS, Hafid Nasir (kiri) salam komando denga Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan)

Cilodong | jurnaldepok.id
Kandidat kuat bakal calon walikota-wakil walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Momad Idris-Hafid Nasir terlihat makin lengket. Hal itu terlihat saat mereka tampil bareng di salah satu acara mancing bersama insan pers se Kota Depok akhir pekan kemarin.

Baik Idris maupun Hafid terlihat mesra saat menghadiri acara tersebut. Sesekali mereka saling memuji dalam sambutannya.

Kondisi tersebut rupanya membuat DPD PKS semakin bulat untuk mengusung Idris dalam pilkada Depok yang dihelat pada 23 September 2020.

Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir menilai Walikota Depok, Mohammad Idris memiliki kinerja yang baik dalam masa kepemimpinannya.

“Ini juga sudah terpenuhi berbagai macam bentuk seperti beasiswa kepada warga tidak mampu bagian janji kampanye. RSUD wilayah timur akan terbangun pada tahun 2021 dan alun-alun diharapkan terbangun sampai 100 persen,” ujarnya seusai acara Lomba Mancing Insan Pers dan Ketua DPD PKS, Hafidz Nasir, Kalimulya, Cilodong, Sabtu (21/9).

Ia menambahkan, Idris memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan RPJMD Kota Depok. Dirinya berharap, dengan capaian dan 10 janji kampanye bisa menjadi referensi bagi DPD PKS Depok untuk disampaikan ke Provinsi dan Pusat.

“Dari hasil survei nampaknya beliau (Idris, red) termasuk sosok yang masih diminati oleh masyarakat untuk kembali diusung sebagai walikota. Walikota sekarang ini ada jalur khusus yang akan menjadi pertimbangan ditingkat pusat,” paparnya yanjuga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Depok.

Terkait Pemira yang memunculkan lima nama bakal calon yang dilaunching beberapa minggu dari internal PKS, ia berharap agar mereka bisa mensosialikan diri dengan berbagai macam aktivitas yang juga bisa meningkatkan popularitas serta elektabilitas. Meski begitu, pihaknya tetap menyerahkan keputusan pada pusat.

“Pak Kiai memiliki jalur khusus dan lima calon dari Pemira tetap pusat yang menentukannya. Apalagi, tahapan ini kan masih panjang,” harapnya.

Hingga saat ini DPD PKS Depok belum menentukan arah koalisi dengan partai lain untuk mengusung balon Walikota Depok pada Pilkada 2020 mendatang. Namun, komunikasi politik telah dilakukan oleh PKS ke beberapa partai seperti Golkar, Demokrat dan PAN.

Sebelumnya Idris mengungkapkan, akan segera meminta restu dan izin kepada KH Hasan Abdullah Sahal yang tak lain sebagai gurunya saat ia menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

“Saya belum dapat restu dari kiai saya, rencananya saya akan ke sana di awal Oktober, ke Gontor,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Kamis (19/9).

Idris sangat menghargai restu yang diberikan oleh istrinya yakni Hj Elly Farida kepada dirinya.

“Restu ini memang simultan, namun belum segala-galanya. Bunda kan tidak segala-galanya, ada juga anak-anak saya yang sudah dewasa,” paparnya.

Ia juga menyampaikan terimaksih kepada masyarakat dan komunitas atas dukungan yang telah diberikan dan meminta dirinya untuk maju kembali di pilkada nanti.

“Saya masih nunggu survei, hasil survei nanti di akhir tahun ini, mudah-mudahan positif,” ungkapnya.

Namun yang lebih penting, kata dia, dirinya saat ini masih tetap focus di pemerintahan karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Ada PR yang harus saya selesaikan luar biasa untuk tahun ini, khususnya yang terkait dengan taman kota dan kios los,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here