Janjian Di Mall, Diperkosa Di Pengasinan

446
Kapolresta Depok saat mengintrogasi pelaku pemerkosaan

Margonda | jurnaldepok.id
Seorang pria inisial BSN di Depok diamankan Tim Srikandi Satreskrim Polresta Depok, karena diduga telah memperkosa teman wanita yang baru dikenal.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan pelaku BSN (25), warga Sawangan ini tidak berkutik setelah tim Srikandi dipimpin Kanit PPA melakukan penangkapan di rumahnya.

Pelaku melakukan hal tidak sewajarnya yaitu memperkosa seorang wanita muda berusia 24 tahun di rumah kakak pelaku daerah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap BSN yang baru saja ditangkap diduga atas tuduhan memperkosa korban kenalan wanita yang baru dikenalnya,” ujar Kapolres.

Modus yang dilancarkan pelaku lanjut AKBP Azis yaitu pelaku berusaha mengajak korban yang baru dikenali temannya tersebut melakukan janjian di sebuah pusat perbelanjaan di Depok.

Setelah ketemu sama korban pelaku berpura-pura mengajak korban main ke rumah kakak pelaku di Sawangan.

“Ada kesempatan pelaku rumah sepi korban disuntikkan vitamin C setelah itu korban pusing dan langsung pingsan, saat itu pelaku mengambil kesempatan mengerjai korbannya,”katanya.

Sebelumnya pada saat kejadian korban sudah tidak percaya sama pelaku untuk disuntikkan vitamin C. “Namun setelah diyakinkan sama pelaku tidak akan terjadi apa-apa akhirnya korban pasrah,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan satu jam usai pelaku memperkosa korban tersadar. Melihat keadaannya sudah tidak karuan langsung menghubungi adik korban untuk menjemput. Korban yang masih dalam keadaan lemas setelah itu selanjutnya melapor ke Polresta Depok.

Berdasarkan pengakuan pelaku ia nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran menyukai korban. “Apapun alasan melakukan memasakan kehendak diluar batas kewajaran dapat dihukum,” tegas Kapolres.

Pelaku sudah menyesali perbuatannya tersebut, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan berlaku. Untuk barang bukti yang berhasil disita, yaitu ada suntikan, botol cairan certavin dan kapas alkohol masih ada bercak darah.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku dikenakan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan ancaman pidana diatas tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, BSN hanya bisa menangis saat dibawa ke Polresta Depok.

“Maafkan atas semua perbuatan yang telah saya perbuat. Saya khilaf dan saat itu dimasukin pikiran ‘setan’ sehingga ada pikiran buat memperkosa korban,” ungkapnya.

Dirinya mengaku pernah bekerja di salah satu perusahaan kesehatan, sehingga mengerti betul akan bahan yang kerap disuntikkan ke tubuh pasien.

Ia pun menawarkan suntikan vitamin C ke wanita itu. Meski awalnya menolak, korban mau menerima suntikan tersebut.

“Rumah dalam keadaan sepi, saya coba tawarkan suntikan vitamin C ke korban dan yakinkan bahwa hal itu aman. Setelah beberapa menit korban pingsan. Disitu saya memerkosa dia,” tandasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here