Direktur Umroh Bodong Salahkan Maskapai Penerbangan

93
Hambali Abbas, bos travel umroh bodong yang berhasil diringkus polisi

Margonda | jurnaldepok.id
Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi kasus penipuan biro umroh. Sedangkan korban yang melapor hingga saat ini sudah sebanyak 96 orang.

“Saksi yang sudah diperiksa sekitar 6 orang, tapi saksi kita tidak kurang ya, karena laporan polisi yang lalu mewakili 33 korban dan barusan ada laporan polisi mewakili 47 korban. Artinya jumlah total 96, bisalah kita cukupi saksi,”kata Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah.

Mengenai tersangka lain, Azis menuturkan pihaknya belum menetapkan tersangka lain. Saat ini pihaknya terfokus untuk memaksimalkan pemeriksaan kepada saksi dan pelaku. “Kita dalami dan tidak menutup kemungkinan apakah ada orang lain yang patut mempertanggungjawabkan perbuatan dan bisa kita sangkakan sebagai tersangka berikutnya,” jelas dia.

Sementara itu, Tim kuasa hukum tersangka, dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Nurussyafaah Indonesia, Mukhlis Effendi menyayangkan penetapan tersangka pada kliennya. Sebab, menurutnya, Hambali juga adalah korban.

“Yang jelas bahwa kami menduga bahwa dalam kasus ini tidak serta merta klien kami menipu jemaah. Justru dia ini sebenarnya adalah korban juga. Dia (Hambali), ditipu oleh beberapa oknum agen maskapai,”katanya.

Mukhlis juga membantah jika kliennya itu lari dari tanggungjawab. Menurutnya, sehari sebelum penangkapan, Hambali sedang melakukan musyawarah dengan para calon jemaah tentang schedule pemberankatan umrah.

“Jadi klien kita tidak sembunyi, justru klien kita ada itikad baik. Kalau penipu dia sudah kabur dari dulu dulu, tapi ini dia tidak kabur, dia mau bergabung, dia mau bermusyawarah dengan jemaah, walaupun memang belum terealisasi. Jadi saya minta oleh pihak kepolisian tolong ditelaah, mana unsur penipuannya,”katanya.

Terkait hal itu, Mukhlis menegaskan, pihaknya akan melakukan somasi pada oknum-oknum agen maspakai yang disinyalir melakukan penipuan dengan membawa kabur uang operasional PT Damtour.

Skema yang dilakukan Hambali adalah yang penting jemaah bisa berangkat. “Nah dari mana dia menutupi costnya, dia menutupi costnya ini mungkin ada beberapa pekerjaan atau putaran uang yang bisa dilakukan negosiasi untuk promo, apa dengan mencarter pesawat,” terang dia.

Yang jelas dia berprinsip akan menyicil jemaah untuk diterbangkan.Mukhlis juga menegaskan, kasus yang menjerat kliennya berbeda dengan First Travel.

“Beda, kalau First Travel uangnya sistemnya bukan hanya ibadah haji saja tapi ada bisnis lain. Tapi Hambali ini untuk ibadah, mungkin karena manajemennya, sistemnya ada kesalahan,” katanya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here