Kantor Travel Umroh Bodong Digeledah

87
ilustrasi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok melakukan penggeledahan di Kantor Perjalanan Umroh Doa Arafah Madinah di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya.

Kapolresta Depok AKBP Pol Azis Adriansyah mengatakan setelah menangkap Hambali Abbas (39) Direktur Doa Arafah Madinah (DAM) Tour, penyidik melakukan pendalaman.

“Penyidik kami mendatangi ruko di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya Depok yang digunakan sebagai kantor PT DAMTour. Penyidik membuka pintu kantor yang dilapis pintu besi,” katanya.

Di kantor tersebut, penyidik tidak menemukan satu orang pun. Lalu polisi masuk ke dalam kantor dan menggeledah hingga bagian banker.

Dari penggeledahan yang berlangsung selama satu jam, penyidik mendapatkan sejumlah barang bukti. Diantaranya koper, spanduk dan berkas.

“Hari ini kami menggeledah kantor PT. Damtour di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Cilodong bersama pelaku,” ucapnya.

Dikawal ketat petugas, Hambali menujukkan dimana sisa berkas dan koper jemaah yang gagal berangkat. Hambali diduga telah mengelabui sekitar 200 orang.

Dia menjanjikan jemaah akan berangkat ke Tanah Suci. Namun hingga kini, jemaah belum juga berangkat.

“Total kerugian jemaah mencapai Rp 4 milyar. Korban ada dari 15 wilayah. Antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Padang, Palembang, Indramayu, Kuningan, Kebumen, Ciamis, Brebes, Surabaya, Lampung dan Madura,”kata Kapolres.

Tersangka kini masih diperiksa intensif pihak penyidik. Dia dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan.

Kasus penipuan ini terungkap saat PT DAMTour menawarkan kepada para korban melalui Agustin selaku marketing perusahaan yang mempresentasikan jasa perjalanan ibadah umrah dengan cara tunai atau mencicil dan juga promo dengan kisaran harga antara Rp 11 juta sampai Rp 25 juta.

Kemudian pelapor tertarik lalu membayar biaya perjalanan umrah sebesar Rp 47 juta untuk suami, istri dan juga teman-temannya. Total ada 33 orang senilai kurang lebih Rp 600 juta.

Namun, setelah uang ditransfer ternyata korban dan teman-temannya tidak diberangkatkan hingga tahun 2018 dan diketahui pada Februari 2018 tersangka melarikan diri dan menutup kantor PT DAMTour.nCR- JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here