Mantan Ketua DPRD Nilai KDB Merupakan Koalisi Akal-Akalan

315
Rintis Yanto

Margonda | jurnaldepok.id
Mantan Ketua DPRD Depok periode 2009-2014, Rintis Yanto turut menyikapi konstelasi politik jelang pilkada Depok 2020 mendatang. Rintis juga menanggapi rencana Koalisi Depok Bangkit (KDB) yang digagas oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo dan lima partai lainnya yang beberapa hari lalu telah melakukan pertemuan.

Rintis menyebut, bahwa membangun koalisi suatu hal yang bagus. Namun ia mengamati bahwa KDB sebuah koalisi yang tidak jelas dan tidak memiliki konsep.

“Koalisi itu hanya untuk menjegal, seharusnya bukan itu yang ditampilkan tapi mereka harus memiliki konsep seperti masalah kesehatan dan pendidikan. Ini saya lihat asal bukan Pak Idris, jangan begitu juga, enggak bagus itu,” ujar Rintis kepada Jurnal Depok, Minggu (15/9).

Ia menilai, koalisi KDB bukan untuk membangun koalisi di pilkada Depok pada 2020 mendatang.

“Tapi itu hanya untuk membangun koalisi di DPRD terkait komisi (alat kelengkapan dewan,red), enggak sampai ke pilkada, perkiraan saya setelah itu bubar (KDB,red). Karena pengalaman saya juga begitu, terkecuali PKS programnya jelas untuk pilkada, begitu juga tahapan-tahapan dan strateginya jelas, kalau partai-partai lain kalau saya bilang tidak memiliki strategi salah juga saya, tapi ya memang begitu keadaannya,” paparnya.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok itu mengatakan, dirinya tidak melihat ada atau tidaknya politisi senior yang masih ‘bercokol’ di DPRD hingga saat ini.

“PKS ada politisi senior namun sistem kepartaiannya berjalan, di luar PKS meskipun banyak politisinya yang sudah senior tapi sistem kepartaiannya tidak berjalan, bagaimana membangun koalisi pilkada atau membangun koalisi di parlemen, itu hanya sesaat saja. Yang jelas itu (KDB,red) hanya untuk mengamankan alat kelangkapan dewan saja,” tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Depok, Farabi Arafiq. Putra dari almarhum pedangdut legendaris Arafiq itu menilai, koalisi harus dibangun atas persamaan presepsi.

“Tapi kan koalisi yang ada di Depok belum diumumkan secara resmi dan masih dinyatakan dalam bentuk opini. Kami yakin dalam waktu dekat akan muncul koalisi yang resmi,” tandasnya.

Saat ini yang terjadi, kata dia, koalisi dimulai dari DPRD dan akan beranjak ke tahap selanjutnya sambil dipelajari.

“Karena tahapan pilkada ini kan baru masuk dan mulai kami jajaki, yang jelas Golkar Depok wajib ambil peran dan memainkan peran dalam pilkada nanti,” ungkapnya.

Sebelumnya enam partai besar melakukan pertemuan untuk mempersiapkan koalisi jelang pilkada 2020.
Enam partai tersebut yakni Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PAN, Demokrat dan PPP.

“Kami akan membangun koalisi besar untuk menghadapi PKS,” ujar Hendrik Tangke Allo, penggagas pertemuan, Kamis (12/9).

Ia mengatakan, gabungan partai tersebut diberi nama Koalisi Depok Bangkit (KDB).

“Banyak hal yang kami bicarakan dalam pertemuan siang ini. Salah satunya memperkuat tupoksi DPRD dalam bersinergi dengan pemkot,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan Bendahara DPD Partai Golkar, H Tajudin Tabri. Ia mengatakan pertemuan itu khusus membangun koalisi.

“Dengan koalisi ini, kami yakin Depok akan lebih maju. Sementara belum dibicarakan siapa calon D1 dan D2 nya,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Sekjen Gerindra, Jamaludin; Sekjen PDI Perjuangan, Ikravany Hilman; Sekjen PAN, Fitri Hariono; Ketua DPC Demokrat, Edi Sitorus dan Ketua DPC PPP, Hj Qonita Luthfiyah. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here